Kabid Pemnag Disinyalir ‘Palak’ Pangulu saat Realisasi dan LPj Dana Desa

Kabid Pemnag DPMPN Pemkab Simalungun, Odor Sitinjak.

Simalungun, Lintangnews.com | Oknum Kepala Bidang Pemerintahan Nagori (Kabid Pemnag) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Nagori (DPMPN) Pemkab Simalungun, Odor Sitinjak disinyalir telah melakukan pemalakan terhadap para Pangulu Nagori saat realisasi dan Laporan Pertanggung jawaban (LPj) dana desa tahun 2019.

Pasalnya Pangalu se Kabupaten Simalungun mengaku telah dimintai uang sebesar Rp 500 ribu oleh Odor Sitinjak ketika realisasi dan LPJ dana desa tahun 2019 tahap I. Dengan totalan sebesar Rp 150 juta dari 300 Nagori. Sementara 86 Nagori disebut berkelit saat dipalak Odor Sitinjak.

“Dang adong hujalo tu akka Pangulu Nagori. Jalo ma tu Kadis (Tidak ada kuminta dari para Pangulu Nagori. Minta lah sama Kadis (Kepala Dinas),” kata Odor Sitinjak di ruang kerjanya, Senin (26/8/2019) dan diduga melimpahkan aksi pungutan liar (pungli) yang dilakukan sebagai tanggungjawab atasannya.

Seminggu lalu, salah seorang staf saat ditemui di meja piket tidak jauh dari pintu masuk Dinas PMPN Simalungun membenarkan setiap Pangulu setor sebesar Rp 500 ribu.

“Monitor juga kalian ya. Orang itu yang bermain,” ungkap staf itu  sembari langsung pergi meninggalkan wartawan karena tak ingin diketahui memberitahukan dugaan Pangulu setor ke Odor Sitinjak.

Ironisnya, setoran yang diterima dari Pangulu, ternyata Odor Sitinjak tidak berbagi kepada para staf lainnya. “Sama kami pun tak ada dibagi,” katanya.

Staf lainnya juga membenarkan Pangulu setor Rp 500 ribu dan diterima Odor Sitinjak.  Selain itu, saat staf mencoba menagih agar berbagi, Odor Sitinjak, justru beralasan telah disetor kepada Kadis PMPN Simalungun, Sarimuda Purba.

“Sudah pernah disinggung mengenai setiap Pangulu setor Rp 500 ribu. Alasannya sudah setor sama Kadis. Gak tau betul atau tidak,” paparnya.

Kemudian jumlah yang diduga telah diterima Odor Sitinjak berkisar Rp150 juta. Ini karena, yang sudah setor sekitar 300 Pangulu dikali Rp 500 ribu. Sementara 86 Pangulu belum menyetorkan.

Terpisah, Sarimuda Purba berulang kali dihubungi melalui sambungan telepon seluler tidak ada jawaban. Pesan singkat via WhatsApp (WA) yang dilayangkan tak ada balasan. Meski konfirmasi yang dilayangkan itu telah dibaca. (Zai)