Kabid SD dan Kasi Kurikulum Disdik Simalungun Disinyalir Bisniskan Dana BOS

Kasi Kurikulum, Lambok GultoM dan Kabid SD, Janulingga Damanik.

Simalungun, Lintangnews.com | Dua oknum pejabat Dinas Pendidikan (Disdik) Pemkab Simalungun yakni, Kabid SD, Janulingga Damanik dan Kasi Kurikulum, Lambok Gultom disinyalir bisniskan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2019.

“Dana BOS 2019 yang dikelola SD dibisniskan Janulingga Damanik dan Lambok Gultom,” ungkap salah seorang mantan guru di salah satu SMP Negeri, Rabu (7/8/2019).

Menurutnya, caranya yang dilakukan mantan Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan Bandar Huluan dan Tapian Dolok itu diduga memasok dagangannya ke seluruh SD dan harus dibeli.

“Orang itu memasoknya dan dibanderol sebesar Rp 400 ribu. Setiap SD harus membeli dan membayarnya,” jelas pria berambut lurus.

Diketahui, beragam dagangan yang baru ini dipasok ke seluruh tingkat SD se Kabupaten Simalungun diantaranya dokumen kurikulum berisikan visi dan misi.

“Dokumen kurikulum itu di dalammya seperti visi misi. Itu lah bisnis keduanya (Janulingga Damanik dan Lambok Gultom) untuk triwulan II dana BOS,” paparnya.

Selain itu, dokumen kurikulum itu dibayar pada saat pencairan dana BOS triwulan II dan prosesnya sedang berlangsung saat ini.

Sedangkan, pada pencairan dana BOS triwulan I, bisnis yang diduga disiasati Janulingga Damanik dan Lambok Gultom adalah kutipan sebesar Rp 5.000 per murid, dengan dalih untuk monev (monitoring dan evaluasi) sekira bulan Maret 2019.

Sekretaris Disdik, Parsaulian Sinaga saat ditemui untuk konfirmasi, Rabu (7/8/2019) sekira pukul 11.30 WIB mengaku hendak rapat. “Bentar ya, mau rapat,” ucapnya, sembari berjalan menuju ruang Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik), Elpiani Sitepu di lantai 2.

Terpisah, Kasi Kurikulum, Lambok Gultom, saat coba dikonfirmasi wartawan melalui telepon seluler tak ada jawaban. Pesan singkat yang dilayangkan tak ada balasan.

Sedangkan, Kabid SD, Janulingga Damanik dihubungi via telepon seluler, sempat terdengar nada sambung, dan tak lama terputus serta terdengar suara operator.

Kemudian, saat coba ditemui di ruang kerjanya, justru tak ada. “Lagi rapat di ruang Kadis,” ucap salah seorang staf yang duduk tak jauh dari pintu masuk ruang kerja Janulingga Damanik. (rel/zai)