Kabut Asap Mulai Menyelimuti Siantar, Warga Dihimbau Memakai Masker

50
Warga sedang membagikan brosur dan masker di Jalan Merdeka Kota Siantar.

Siantar, Lintangnews.com | Kabut asap menyelimuti daerah Kota Siantar mula pagi hingga sore hari, Kamis (19/9/2019).

Kabut asap ini membuat banyak pengendara dan pengguna jalan memilih menggunakan masker. Apalagi dengan adanya kondisi itu membuat jarak pandang terganggu. Kabut asap cukup pekat menghalangi pengendara.

Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Kota Medan, Edison Kurniawan saat dikonfirmasi mengatakan, kabut asap yang terjadi karena arah angin bertiup dari Selatan hingga ke Tenggara. Kabut asap bercampur dengan uap air air. Kelembaban udara juga di antara 95-97 persen.

“Kabut asap memang terjadi di wilayah Sumut. Arah angin memang bertiup dari Selatan hingga Tenggara. Memang wilayah Sumatera Utara (Sumut) ini unik karena bercampur dengan uap air yang cukup tinggi. Karena dari kelembabannya dari 95-97 persen, artinya dengan kelembaban yang cukup tinggi perbentukan awan di Sumut masih signifikan,” ujarnya.

Edison juga mengatakan, kabut asap tampak ke permukaan terjadi pada pagi hari. Apalagi, ditambah dengan kondisi udara yang cukup stabil. “Biasanya pagi hari bertahan di permukaan. Kondisi udara yang cukup stabil,” katanya.

Terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemko Siantar, Dorlyn Sirait mengharapkan masyarakat untuk tidak terlalu banyak melakukan aktivitas di luar rumah. Ia menjelaskan, berbagai dampak akibat terpapar kabut asap yang terjadi.

Ia mengungkapkan, dampaknya seperti iritasi mata, kulit, gangguan saluran pernafasan dan memperberat penyakit kronis bagian jantung. “Ini sudah polusi oksigen. Bagi penderita yang memiliki riwayat pada bagian pernafasan dapat semakin parah,”sebutnya.

Dorlyn mengatakan, bagi ibu hamil dapat berdampak pada pertumbuhan janin. Pada anak-anak bayi balita dan lansia juga terjadi dampak yang rentan. Bila terpapar asap yang parah, terang Dorlyn, dapat terserang penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Atas (Ispa).

Ia mengharapkan masyarakat untuk melakukan antisipasi dengan cara menggunakan masker, kaca mata dan perbanyak minum air putih.

“Bila melakukan aktivitas di luar gedung dapat menggunakan masker. Upayakan banyak minum air putih, makan sayur dan buah. Supaya daya tahan tubuh bisa ditingkatkan dan tidak meganggu kesehatan,” papar Dorlyn.

Ia mengatakan, telah berkoordinasi dengan Puskesmas untuk menyampaikan saran ini kepada seluruh masyarakat. Pihak Dinkes juga akan melakukan pembagian masker.

“Ini kita akan rencanakan melakukan pembagian masker. Kita akan menyurati Puskesmas Pembantu (Pustu),” ujarnya.

 

Senada dengan hal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemko Siantar, Dedi T Setiawan menghimbau masyarakat agar mengurangi kegiatan di luar rumah.

 

“Jangan dulu membakar sampah yang mengakibatkan asap dan meminta masyarakat agar menggunakan masker bila keluar rumah. Selain itu, apabila ada gejala Ispa segera kunjungi puskesmas atau klinik terdekat,” kata Dedi. (Elisbet)