Kadistan Taput : Beritakan Saja, Biar Kami Panggil Kios Pengecer Pupuk Bersubsidi

Pupuk bersubsidi ditemukan dijual secara kiloan.

Taput, Lintangnews.com | Inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan pupuk bersubsidi dan gas elpiji 3 Kg ke Desa Jambur Nauli, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) beberapa waktu lalu yang dilakukan tim dipimpin Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Marco Panggabean dan Kepala Bagian Perekonomian, Fajar Gultom menuai pertanyaan dari masyarakat.

Pasalnya saat melakukan sidak, tim menemukan salah satu kios pengecer UD Ago di Desa Jambur Nauli diduga telah melakukan penjualan pupuk bersubsidi dengan cara ketengan atau kiloan pada petani yang tidak ada namanya terdaftar di Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Tim menemukan kurang lebih 6 karung pupuk bersubsidi sudah terbuka yang isinya tampak tinggal sedikit.

Dalam sidak itu, Fajar berpesan kepada pemilik kios, supaya kedepannya jangan pernah lagi melakukan kesalahan yang sama.

“Kalau masih terulang kembali dan ada informasi dari masyarakat sekitar, maka Pemkab Taput akan memberikan tindakan tegas dan bisa saja langsung mencabut ijin kios pengecer,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan pemilik kios pengecer kepada Koordinator Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Kecamatan Tarutung, Sumurung Sitanggang saat mereka melakukan monitoring ke lokasi, karena adanya karung pupuk bersubsidi itu sudah rusak saat diserahkan produsen. Ini membuat pemilik kios terpaksa membuka karung dan menjualkan ketengan.

“Para petani di daerah ini luasan lahan pertanian mereka berbeda-beda untuk penggunaan pupuk yang diminta sesuai tertera di RDKK. Mungkin tidak cukup jadi harus perlu penambahan lagi, makanya mereka datang ke kita untuk membeli secara kiloan,” paparnya.

Ternyata penjelasan berbeda disampaikan Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Pemkab Taput, SEY Pasaribu saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Kamis (17/9/2020).

Dia meminta agar beritanya dimuat saja, sehingga Dinas Pertanian (Distan) bisa memanggil pemilik kios pengecer untuk memintai keterangan dan langkah selanjutnya.

“Kalau memang terbukti salah, maka kita akan memberikan evaluasi pada pemilik kios,” terangnya. (Pembela)