Kandir PTPN IV Diduga Intervensi Vendor Replanting dalam Pembelian BBM Alat Berat

Simalungun, Lintangnews.com | Soal Bahan Bakar Minyak (BBM) alat berat seperti escavator dan Tractor Roda Ban (TRB) yang digunakan para rekanan (vendor) replanting kelapa sawit disebut diintervensi dari Kantor Direksi (Kandir) PTPN IV di Medan.

“Yang lebih menariknya lagi soal minyak (BBM) alat berat, Kandir PTPN IV mengintervensi para rekanan,” sebut salah seorang rekanan saat ditemui, Kamis (2/7/2020) kemarin.

Intervensi dimaksud, para rekanan tidak dibenarkan membeli BBM dari luar. Melainkan membeli dan menggunakan BBM sesuai dengan arahan dan ditentukan Kandir PTPN IV.

“Makanya, gak seperti dulu lagi. Saat ini harus pakai minyak sesuai arahan dari Kandir PTPN IV dan bilang karena institusi itu yang masukan minyak. Padahal tidak, kalau minyaknya memang industri,” jelasnya.

Untuk itu, para rekanan terpaksa mematuhi arahan dari Kandir PTPN IV membeli BBM. Dengan harapan, tidak dipersulit saat proses pemberkasan dan pencairan dana usai kegiatan replanting.

“Saat proses pemberkasan untuk pengajuan pencairan yang perlu diantisipasi. Karena, takutnya dipersulit. Kalau harga minyaknya per liter Rp 10.500. Sementara, ada harga lebih murah, tetapi gak bisa beli dari luar,” bebernya.

Mengenai BBM untuk alat berat, Kandir PTPN IV diduga bersekongkol dengan salah satu rekanan, BD yang disebut mendapatkan banyak kegiatan replanting di sejumlah unit kebun PTPN IV di Kabupaten Simalungun.

Bahan Bakar Minyak yang digunakan untuk alat berat.

“Anehnya, si BD yang ikut melobi rekanan soal minyak seperti arahan dari Kandir PTPN IV. Kalau mengenai replanting kebanyakan milik BD. Seperti replanting di Afdeling V Unit Dolok Ilir, disubkan ke si Vincen,” ungkapnya.

Diketahui selain Unit Dolok Ilir dan Laras, Unit Tonduhan tepatnya di Afdeling II sedang proses replanting. “Luku kedua sekarang. Luku pertama sudah selesai sebelum Lebaran kemarin,” ucap pengawas, Heri saat ditemui Blok 93 Afdeling II, Jumat (3/7/2020).

Heri juga menuturkan, sebagai rekanan replanting tidak berada di lokasi. “Haji Budi rekanannya. Kalau minyaknya dibuat base camp,” ucapnya seraya mengaku diperintah Unit Tonduhan mengawasi proses replanting.

Disinggung mengapa LLC Mucuna sudah ditanam di sela-sela rumpukan chippingan, sementara lahannya belum dihero, Heri mengaku, tak mengetahuinya.

“Kurang tau pak, karena saya karyawan buah. Yang lebih tau itu orang tanaman,” ungkapnya.

Sementara, Sekretaris Perusahaan, Riza Pahlevi dan Sahrul selaku Humas Kandir PTPN IV Medan, saat coba dikonfirmasi wartawan via pesan singkat WhatsApp (WA), Sabtu (4/7/2020) sekira pukul 18.39 WIB belum ada balasan. (Zai)