Kejari Asahan Buru Mantan Kepsek SMKN 2, Ini Jumlah Kerugian Negara

Kasi Pidsus Kejari Asahan, Aji Satrio Prakoso saat menunjukan foto DPO Zulpikiar .

Asahan, Lintangnews.com | Rugikan keuangan negara sebesar Rp 900 juta, mantan Kepala Sekolah (Kepsek) SMK Negeri 2 Kisaran, Zulpikar diburu dan dicekal pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Asahan

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Asahan, Robet Hutagalung melalui Kasi Pidsus, Aji Satrio Prakoso di ruang kerjanya mengatakan, telah merugikan keuangan negara melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2017 senilai Rp 900 juta dan telah melakukan 3 kali pemanggilan.

“Ada 3 kali pemanggilan, pertama bulan November  lalu dan 2  kali di Desember 2018, namun tidak diindahkan. Kita telah melakukan pengecekaan ke rumahnya namun diketahui tidak ada. Rumah yang ditempati cuma disewa sesuai keterangan Rukun Tetangga (RT) setempat,” sebut Aji Satrio, Selasa (5/3/2019).

Adi Satrio juga mengatakan, masih ada kemungkinan tersangka baru selain Zulpikar yang menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh pihak Kejari Asahan.

Zulpikar mantan Kepala Sekolah SMKN 2 Kisaran yang menjadi DPO.

“Kita melakukan penanganan kasus sejak tahun 2018 sesuai laporan para guru di SMKN 2 tempat Zulpikar saat menjadi Kepsek dan juga tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru yang akan diperiksa,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan, pihaknya telah melakukan pencekalan pada Zulpikar ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) dan meneruskan pada Imigrasi.

“Zulpikar telah dicekal dan kita optimis menangkapnya. Kita juga menghimbau agar menggunakan dana BOS sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) dan melibatkan Komite Sekolah,” sebut Adi Satrio. (heru)