Kejari Humbahas Sampaikan Capaian Kinerja dari Januari-Juni 2021

Kajari Humbahas, Martinus Hasibuan didampingi jajarannya.

Humbahas, Lintangnews.com | Kejaksaan Negeri (Kejari) Humbang Hasundutan (Humbahas) menyampaikan pencapaian kinerjanya, terhitung dari mulai Januari hingga Juni 2021, Kamis (22/7/2021) di sela-sela peringatan Hari Bhakti Adhiyaksa (HBA) ke 61.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), Martinus Hasibuan menjelaskan, pencapaian kinerja meliputi bidang Pembinaan, Intelijen, Pidana Khusus dan Pidana Umum.

Dia mengatakan, pada bidang seksi Intelijen dalam fungsi koordinasi, pengawasan, pengamatan, serta antisipasi, telah melaksanakan program Jaksa Menyapa dan Jaksa Masuk Sekolah.

“Salah satunya di SMK Negeri 1 Doloksanggul dan penyuluhan hukum di 4 Desa,” kata Martinus.

Dari pengawasan intelijen, sebut Martinus, berhasil melimpahkan 1 kasus perkara ke bidang seksi Pidsus. Lebih lanjut dikatakan, untuk perkara pidana umum pihaknya telah menerbitkan sebanyak 42 kembar Surat Pemberitahuan Dimulai Penyelidikan (SPDP).

“Sejak Januari-Juni 2021 bidang Pidum telah menerbitkan sebanyak 42 lembar SPDP. Kemudian sebanyak 24 kasus masuk tahap II dan 25 bekas sudah P21 (lengkap),” terangnya.

Sedangkan untuk bidang Pidana Kusus, sedang menangani 1 kasus tahap penyelidikan, tuntutan 4 kasus dan 1 kasus telah inkrah (berkekuatan hukum tetap).

Kemudian, untuk bidang Perdata Tata Usaha Negara (Datun) penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) denganppemkab Humbahas. Termasuk bantuan hukum litigasi dan pendampingan terhadap Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Humbahas terhadap 5 paket proyek dengan total pagu anggaran sebesar Rp 2.364.000.000.

Kemudian pendampingan hukum pada 4 kegiatan di RSUD Doloksanggul dengan pagu dana sebesar Rp 2.328.017.467. Selanjutnya pendampingan pagu dana sebesar Rp 48.291. 100.000 di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat.

Selain itu, pihaknya juga berkontribusi pada pengembalian kerugian negara dengan nilai total sejumlah Rp 333 juta.

Kajari berharap, dengan dilakukannya pendampingan itu tidak ada lagi anggaran yang penyalurannya berhenti karena alasan takut. (DS)