Kepsek SDN Simpang Sigodang Bertemu Korwil Panei di DL Cafe Siantar Diduga Pemenangan Caleg

Korwil Pendidikan Panei, Agustinus Sitanggang dan Kepsek SDN 095143, Evi Rosalia Pasaribu.

Simalungun, Lintangnews.com | Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 095143 Simpang Sigodang, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun, Evi Rosalia Pasaribu mengaku, hanya bersilaturahmi kepada Kordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan Panei, Agustinus Sitanggang di DL Cafe Kota Siantar, Jumat (22/3/2019) kemarin.  

“Pak kami hanya silaturahmi saja. terima kasih,” tulis Evi Rosali via WhatsApp (WA) nya, Sabtu (23/3/2019), dan membantah pertemuan yang difasilitasi Agustinus Sitanggang di DL Cafe, kemarin, dalam rangka pemenangan salah satu oknum Calon Legislatif (Caleg) Daerah Pemilihan (Dapil) 6 Simalungun.

Bantahan Evi Rosalia diduga tidak berbanding lurus dengan fakta di lapangan, sehingga dalam waktu tak berapa lama dirinya langsung memblokir nomor WA miliknya. Mirisnya, setelah aksinya itu informasikan ke WA Agustinus Sitanggang, justru Evi Rosalia sempat mengaktifkan lalu memblokirnya lagi.  

Sementara Agustinus Sitanggang yang coba dikonfirmasi terkait ada tidaknya pertemuan di DL Cafe tidak menanggapi. Meski telah berulang-ulang melihat dan membaca isi konfirmasi yang telah dilayangkan lintangnews.com ke WA miliknya. 

Sebelumnya, sumber yang layak dipercaya kepada lintangnews.com membeberkan pertemuan Pane di DL Cafe DL Jalan Maluku Atas Kecamatan Siantar Sitalasari itu dalam rangka pemenangan salah satu oknum Caleg.  

“Pertemuan semalam itu untuk mensosialisasikan pemenangan salah satu oknum Caleg, bukan untuk silaturahmi. Korwil kan sudah sebulan bertugas, jadi itu alasan Kepsek saja. Dan direncanakan di DL Cafe agar tidak terungkap kepada Pengawas Kecamatan Panei,” ucap sumber.  

Lanjut sumber, sejak menjabat Agustinus Sitanggang di UPTD Kecamatan Panei, sudah tidak sepaham dengan sejumlah pengawas sekolah. Itu terjadi setelah Agustinus Sitanggang mengultimatum para guru honor untuk menebus Surat Perintah Tugas (SPT). Juga mengintimidasi, jika tak menebus SPT yang baru, para guru honorer tidak dibolehkan mengajar.  

“Kalau memang tidak mensosialisasikan pemenangan oknum Caleg Dapil 6, kenapa pertemuan itu bubar saat didatangi salah seorang oknum Bawaslu Siantar. Jadi apa yang disampaikan oknum Kepsek itu sebuah kejahatan berjamaah. Kalau hanya silaturahmi, kenapa bubar,” duga sumber. (zai)