Ketua DPRD Minta KPOTI Sumut Siap Jadi Benteng Pertahanan Bangsa

Ketua DPRD Sumut Minta KPOTI Sumut Siap Jadi Benteng Pertahanan Bangsa. [Ist]

Medan, Lintangnews.com | Ketua DPRD Sumatera Utara Baskami Ginting mengimbau, Trisakti Bung Karno dapat diwujudkan dalam pelestarian permainan rakyat dan olahraga tradisional. Salah satu butirnya adalah berkepribadian dalam bidang kebudayaan.

Demikian dikatakan Baskami Ginting saat menerima kunjungan Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional (KPOTI) pada Kamis (4/11/2021).

Di era globalisasi ini, kata Baskami. masyarakat harusnya tak melupakan permainan-permainan tradisional. Banyak dalam permainan tersebut memiliki makna yang mendalam.

“Permainan-permainan tradisional ini memberikan efek positif bagi anak-anak kita, terutama mengenai psikis, kognitif juga psikomotorik,” katanya.

Dalam permainan rakyat juga olahraga tradisional, terdapat filosofi gotong royong, welas asih, kebersamaan, disiplin dan sportifitas.

Pelestarian permainan rakyat dan olahraga tradisional juga merupakan amanah UU Pemajuan Kebudayaan tahun 2017.

“Di sinilah kita melihat bagaimana dahulu Bung Karno berpesan agar bangsa ini memiliki benteng kebudayaan nasional. Kita tidak anti terhadap budaya asing, namun kita harus senantiasa memiliki jati diri sebagai sebuah bangsa yang memiliki peradaban besar,” katanya.

Ia berharap dengan dilantiknya KPOTI dan pembentukan pangkalan olahraga tradisional mampu memberi ruang kreativitas kepada masyarakat.

“Saya menyambut baik pelantikan KPOTI ini. Saya berharap KPOTI menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam memberikan wadah serta melestarikan kebudayaan,” imbuhnya.

Ketua Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia Provinsi Sumatera Utara (KPOTI Sumut) Agustin Sastrawan Harahap mengatakan, hampir di setiap daerah memiliki ragam permainan rakyat dan olahraga tradisional seperti enggrang, terompah, hadang, ketapel, panah tradisional, dan lainnya.

“Ada 2600 jenis permainan rakyat yang sudah ditemukan oleh KPOTI melalui riset yang dilakukan oleh Ketua Umum KPOTI Pusat Dr. M. Zaini Alief, dan ini merupakan jumlah permainan terbanyak di dunia. Kita harus bangga bahwa bangsa ini memiliki kekayaan budaya yang luar biasa besarnya,” katanya.

Keunikan permainan rakyat dan olahraga tradisional itu mengisyaratkan bahwa bangsa ini memiliki wujud persatuan. Jenis-jenis permainan itu mengajarkan kita bela rasa, gotong royong, kebersamaan, welas asih, toleransi, adil, jujur, disiplin, sportivitas.

Oleh karenanya, KPOTI Sumut hadir dengan mendorong terbentuknya Pangkalan Olahraga Tradisional (PANGKOTRAD) di desa-desa, sekolah dan tempat tempat pariwisata sebagai wujud kecintaan terhadap bangsa dan negara dan dalam rangka menjaga pertahanan bangsa lewat budaya.

“Inilah peran penting KPOTI Sumut hadirkan Pangkotrad agar permainan rakyat dan olahraga tradisional tidak punah sehingga mampu menumbuhkan kembali nilai-nilai bela rasa, bela bangsa dan bela negara,” tegasnya.

Penanggung Jawab Kepanitiaan Pelantikan KPOTI, Muhammad Asril mengatakan, pihaknya akan menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan budaya khususnya Sumatera Utara.

Ia juga berharap permainan rakyat dan pelestarian olahraga tradisional dapat masuk ke dalam kurikulum belajar mengajar di sekolah.

“Sehingga dampak yang disampaikan oleh Ketua DPRD tadi dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Sumatera Utara,” pungkasnya. [rel]