Komentar Hoax Berita Meninggalnya Asner Silalahi, Pria Ini Diserahkan Humatob Siantar ke Polisi

Pemilik akun Prabu Siliwangi, MA saat akan diserahkan pengurus Humatob Siantar ke Polres Siantar.

Siantar, Lintangnews.com | Akibat mengomentari berita mengenai meninggalnya Wali Kota Siantar terpilih, Asner Silalahi di media sosial (medsos) Facebook (FB), pemilik akun Prabu Siliwangi yang diketahui milik inisial MAS (26) terancam harus berurusan dengan aparat penegak hukum.

Sabtu (16/1/2021) sore, MAS diamankan pengurus Himpunan Masyarakat Batak Toba (Humatob) Kota Siantar dari tempat kerjanya di salah satu toko perabot, Jalan Sutomo, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Siantar Barat.

Para pengurus Humatob lalu menyerahkan warga Jalan Kedondong, Kecamatan Siantar,Kabupaten Simalungun itu ke Polres Siantar guna proses hukum lebih lanjut.

Awalnya MAS mengomentari pemberitaan media online lintangnews.com terkait pemakaman Asner Silalah yang lebih dulu dibawa keliling inti Kota Siantar sebelum dimakamkan, Jumat (15/12021) sore.

Dalam postingannya, MAS menulis komentar ‘Membawa virus di kelilingkan’. Komentar MAS di akun Prabu Siliwangi itu mendadak viral, karena dianggap tidak pantas dan termasuk berita hoax atau bohong.

Hal ini membuat Humatob sebagai salah satu pendukung pencalonan Asner Silalahi-Susanti Dewayani di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Siantar pada 9 Desember 2020 lalu mencoba mencari keberadaan pemilik akun Prabu Siliwangi.

Akhirnya keberadaan Prabu Siliwangi berhasil diketahui. MAS tak bisa berbuat banyak saat pengurus Humatob membawanya ke Polres Siantar.

Tak berapa lama, orang tua MAS juga tiba di Polres Siantar. Kepada pengurus Humatob Siantar, orang tua MAS meminta maaf.

Namun sebagai efek jera, Humatob Siantar berencana untuk membuat laporan resmi ke pihak berwajib terkait komentar pemilik akun Prabu Siliwangi.

“Pihak keluarga almarhum dan Humatob sebagai salah satu Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) pendukung Pasangan Asner Silalahi-Susanti (Pasti) masih berduka. Namun tba-tiba ada akun Facebook menuliskan komentar seperti itu. Ini yang buat kita geram dan menyesalkan tindakan itu,” kata Ketua Humatob Siantar, Sakti Sihombing

Sakti menuturkan, sebenarnya permintaan maaf dari orang tua MAS bisa mereka terima. Hanya saja Sakti berharap, agar laporan mereka diterima dan ditindak lanjuti agar kedepannya MAS dapat menyadari perbuatannya.

Hingga berita ini diterbitkan, pengurus Humatob Siantar masih berada di Polres Siantar pada Sabtu (16/1/2021) malam. Sementara MAS dan orang tuanya juga masih berada di Polres Siantar.

MAS belum dapat dimintai keterangannya terkait komentarnya di medsos terkait pemberitaan mengenai almarhum Asner Silalahi. (Elisbet)