Komisi I DPRD Siantar Minta Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Lebih Humanis

Kunjungan Komisi I DPRD Siantar ke Dinas Kesehatan.

Siantar, Lintangnews.com | Mendapatkan banyaknya keluhan masyarakat terhadap buruknya pelayanan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), Komisi I DPRD Kota Siantar melakukan kunjungan ke Dinas Kesehatan (Dinkes).

Kehadiran Komisi I dipimpin langsung oleh Andika Prayogi Sinaga selaku Ketua, didampingi Baren Alijoyo sebagai Sekretaris dan anggota, Ilhamsyah Sinaga, Rabu (25/5/20222).

Kedatangan Komisi I ini menyampaikan, terkait pelayanan di beberapa Puskesmas yang kurang humanis dan kerusakan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Djasamen Saragih.

Andika Sinaga menuturkan, dari keluhan masyarakat yang disampaikan kepada mereka, jika pelayanan beberapa Puskesmas di Siantar masih banyak yang tidak humanis.

“Jadi harapan kami melalui Dinkes agar pelayanan yang humanis semakin ditingkatkan,” tutur Ketua Fraksi Partai Hanura DPRD Siantar ini.

Ia mengaku, kehadiran dirinya dan Komisi I DPRD Siantar berawal dari keluhan masyarakat yang merasakan buruknya pelayanan di Puskesmas.

“Beri kepercayaan kepada masyarakat, jika Dinkes mampu memberikan pelayanan yang baik, jangan jadikan mereka takut. Saya minta kepada kepada Dinkes agar memberikan pembinaan kepada para tenaga kesehatan (nakes), dokter maupun para Kepala Puskesmas (Kapus) di Siantar agar lebih humanis dalam pelayanan,” ujarnya.

Hal yang sama disampaikan Baren Alijoyo. Dia mempertanyakan kejelasan permasalahan IGD yang baru beberapa tahun dikerjakan dari anggaran Dana Tidak Terduga (DTT) berkisar Rp 500 juta sudah rusak dan tidak layak lagi digunakan.

“Apa pun alasannya kita tidak tau menahu, karena pengguna anggarannya itu adalah Dinkes. Jadi apa pun yang terjadi ini adalah tanggung jawab dari Dinkes,” ujarnya.

Politisi PDI-Perjuangan ini juga bertanya sampai dimana tindak lanjut percepatan pembangunan IGD tersebut. Karena menurut Baren, renovasi IGD RSUD Djasamen Saragih masih baru.

“Jadi yang mau kami tanyakan disini sudah sampai dimana perencanaan pembangunannya itu. Segera lah ditanggulangi, jangan sampai nantinya kami datang kemari tidak ada hasilnya. Kalau sudah seperti itu jangan disalahkan kalau nantinya kami beserta tim pemeriksa akan turun,” ujarnya, sembari mengatakan agar pihak Dinkes segera menyelesaikan IGD tersebut.

Sedangkan Ilhamsyah Sinaga juga mempertanyakan terkait permasalahan nakes dan relawan yang tidak menerima hak mereka.

“Kenapa sampai para nakes dan relawan Covid-19 di Siantar tidak menerima haknya. Mereka itu bekerja untuk kesehatan masyarakat Siantar dan malah tidak diberikan haknya. Kalau ada masalahnya, mari kita bersama-sama untuk mencari solusinya, karena itu hak yang harus mereka terima,” tanya Ilhamsyah.

Menanggapi pertanyaan dari Komisi I, Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan Dinkes Siantar, Urat Simanjuntak mengatakan, akan segera menyampaikan hasil kunjungan pada Kepala Dinas (Kadis), Ronald Saragih.

“Bapak Kadis sedang ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan dan saya akan sampaikan kepada beliau perihal ini. Seperti nakes dan relawan di rumah singgah maupun penguburan Covid-19 yang belum menerima haknya, kami akan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Derah (BPBD) Siantar. Karena Dinkes itu sebagai rekrutmen, kalau Surat Keputusan (SK) mereka dari BPBD. Kalau pun begitu kami akan surati BPBD,” ujarnya.

Dia menuturkan, pihaknya sudah pernah berkoordinasi dengan BPBD terkait ini. “Karena bukan di Dinkes bagian penganggaran, akan tetapi di BPBD,” tambahnya.

Menjelaskan permasalahan di IGD RSUD Djasamen Saragih, Urat menuturkan, akan berkoordinasi dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan rekanan (kontraktor).

“Kita akan panggil PPK dan konsultan untuk berkoordinasi dengan mereka, serta menanyakan langsung perihal kerusakan material di IGD. Kita juga akan memberikan pembinaan kepada para nakes maupun dokter di setiap Puskesmas agar memberikan pelayanan yang terbaik dan humanis,” tandasnya.

Ditemui usai melakukan kunjungan, Andika mengapresiasi inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota, Susanti Dewayani beberapa waktu lalu.

Andika berharap, agar hal ini menjadi evaluasi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya Puskesmas agar disiplin dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. (Elisbet)