Komnas PA Berharap PN Balige Berpihak pada Korban Korban Pelecehan Anak

Pintu masuk Pengadilan Negeri Balige.

Toba, Lintangnews.com | Kasus pelecehan terhadap anak yang ditangani,  Pengadilan Negeri (PN) Balige, Kabupaten Toba mendapatkan tanggapan dari Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA).

Ketua Umum Komnas PA, Arist Merdeka Sirait berharap, agar dalam pengambilan keputusan secara objektif. Sebab ini merupakan kejahatan luar biasa atau extraordinary crime.

“Ada beberapa kasus pelecehan seksual terhadap anak, yang ditangani dalam persidangan di Kabupaten Toba. Salah satunya pelecehan terhadap anak yang dilakukan salah seorang Kepala Desa (Kades) terpilih Desa Sitolu Ama berinisial TP. Kita berharap, hakim PN Balige memutuskan dengan objektif nantinya,” terang Arist, Kamis (16/7/2020).

Namun sulitnya wartawan mendapatkan informasi terkait  sidang yang dilakukan PN Balige. Sebab sidang yang tertutup tanpa bisa diliput wartawan, sehingga kasus pelecehan seksual terhadap anak itu tidak diketahui sudah sampai dimana perkembangannya.

Beberapa kali ditolak untuk wawancara kepada Humas PN Balige, Azhary Prianda Ginting akhirnya pihak Pengadilan mau memberikan jawaban kepada awak media, setelah desakan dan bujukan dilakukan wartawan.

Azhary menuturkan, dirinya sebagai Humas PN Balige belum bisa menilai kepada pokok perkara ini. Pihaknya mempercayakan kepada majelis hakim yang menyidangkan perkara tersebut. Menurutnya, yang pasti dalam rangkaian persidangan, jika saksi korban dalam hal ini telah didengar keterangannya

“Sejauh mana keterangan saksi korban, sehingga bisa menyatakan terdakwa menjadi bersalah  itu kewenangan majelis hakim,” kata Azhary.

Menurut Parlin Sianipar selaku pembicara Komnas PA Kabupaten Toba berharap, agar aparat penegak hukum perlu secara jeli menangani kasus ini. Sebab kasus ini merupakan kasus kejahatan luar biasa  yang dapat merusak generasi bangsa.

“Untuk itu apabila terbukti bersalah agar mendapatkan hukuman yang seberat-beratnya, dimana 2 alat bukti yang diberikan oleh pihak Kepolisian sudah lengkap kepada Kejaksaan dalam pelimpahan kasus ini ke PN Balige untuk disidangkan. Tujuannya nantinya agar tidak terulang lagi kasus seperti ini,” kata Parlin. (Asri).

Ini videonya :