KONI Asahan Berikan Bantuan Sembako pada Orang Tua Atlit

Pengurus KONI Asahan menyerahkan bantuan pada orang tua atlit. 

Asahan, Lintangnews.com | Bantuan sembako dan uang saku kepada atlit pra Pekan Olahraga Nasional Indonesia (PON) tahun 2020 di Papua yang mengikuti Pelatihan Daerah (Pelatda) di Sumatera Utara diserahkan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Asahan, Kamis (30/4/2020).

Penyerahan dilaksanakan langsung oleh Ketua KONI Asahan, Haris didampingi Sekretaris, Zainal Arifin dan pengurus dengan mendatangi langsung tempat tinggal para atlit.

Diketahui para atlit Pelatda Sumut ini untuk sementara dikembalikan ke rumah mereka masing-masing dikarenakan bencana wabah Covid-19 atau Virus Corona.

Dengan inisiatifnya, pengurus KONI Asahan memonitoring kegiatan latihan para atlit yang bertujuan menjaga kebugarannya, dengan cara melakukan latihan di lingkungan rumah masing-masing. Para atlit Pelatda diharapkan dapat menjaga latihan dan fisiknya ditengah wabah Covid-19 agar tetap bugar.

“Kita berikan bantuan ini untuk meringankan beban para orang tua atlit ditengah maraknya wabah Covid-19. Mudah-mudahan dengan adanya bantuan ini, para atlit dapat melakukan latihannya dengan fokus di lingkungan rumahnya,” jelas Harris.

Lanjut Harris, pihaknya akan terus melakukan monitoring terhadap kegiatan para atlit yang sudah terdaftar ikut di Pelatda Sumut menuju PON 2020 di Papua. “Dikarenakan adanya wabah Covid-19, akhirnya PON Papua diundur pada bulan Oktober 2021 mendatang,” jelasnya.

Salah satu orang tua atlit, Ishak warga Desa Punggulan, Kecamatan Air Joman ini, mengapresiasi kegiatan KONI Asahan dalam hal memperhatikan kebutuhan para atlit.

“Karena dengan kegiatan ini, kami merasa terbantu sekali. Apalagi untuk mencari rezeki ditengah wabah Covid-19 ini, sudah cukup sulit bagi kami,” terang orang tua Lukman, atlit pencak silat kelas G 75-80 fighter dan diketahui juara II di Kejuaraan Thailand Championship tahun 2018 lalu.

Adapun sembako yang diberikan berupa beras 10 kg, telur 90 butir, masker, hand sanitizer dan uang saku sebesar Rp 1 juta. (Heru)