Tobasa, Lintangnews.com | Selain memiliki keindahan alam dipadu dengan hamparan danau yang luas, ternyata warga sekitaran Danau Toba, khususnya Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) menghargai perbedaan, dengan hidup rukun dan saling berdampingan.
Hal ini dikatakan salah seorang kontingen Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Gateball IV Sumatera Utara Tahun 2019 asal Jawa Barat, Novi saat menikmati minuman di salah satu kantin Pemkab Tobasa, saat reses pertandingan, Rabu (31/10/2019).
“Saya tidak menyangka keharmonisan penduduk Tobasa demikian baik. Tidak terlihat benturan, meskipun mayoritas penduduknya memeluk agama Kristen, namun bisa hidup berdampingan dengan agama Islam,” paparnya.
Novi menuturkan, ini terlihat berdirinya Masjid di pusat Kota Balige. Alunan suara adzan maghrib terdengar merdu mengumandang di Kota Balige, tanpa ada yang mengusik dari warga sekitar.
Menurut Novi, Tobasa memiliki pariwisata yang lengkap, selain panorama indah juga saling menghargai keberagaman. “Saya pastikan, untuk liburan berikutnya akan ke Danau Toba, khususnya Tobasa,” pungkasnya sambil mengacungkan jempolnya.
Mendapat tanggapan positif, terkait Tobasa, salah seorang warga, Marimbun Marpaung memastikan masyarakat Batak, terlebih di Tobasa sangat menghargai perbedaan.
“Tidak pernah terjadi benturan, karena perbedaan kepercayaan di sini. Kami menghargai nilai-nilai Pancasila dalam Bhinneka Tunggal Ika. Untuk itu jangan pernah ragu datang ke tanah Batak, setiap tamu pasti akan dijamu dengan baik,” sebutnya dengan nada pasti.(asri)


