Korban Dugaan Penipuan dan Penggelapan Anggota DPRD Siantar Berharap Kepastian Hukum

Leonardo Simanjuntak dan Suwandi Apohman Sinaga saat mengikuti sidang (Ist)

Siantar, Lintangnews.com | Kasus yang menyeret salah satu oknum anggota DPRD Kota Siantar berinisial FS tampaknya terus berlanjut.

Dalam hal ini, selain memasukkan laporan pengaduan ke Polres Siantar, sejumlah warga yang menjadi korban dalam investasi yang dijalankan anggota dewan itu juga dibawa ke Pengadilan Negeri (PN) Siantar.

“Dalam sidang di PN Siantar, kita tawarkan perdamaian sebesar modal kami. Namun tergugat yakni FS didampingi kuasa hukumnya menawarkan semampunya. Semampu dia disini disebutkan akan diserahkan pada panitia yang mereka bentuk. Sehingga tidak ada kesepakatan,” sebut salah seorang penggugat Leonardo Simanjuntak saat ditemui usai mengikuti sidang, Kamis (19/8/2021).

Hanya saja menurut Leo, hakim memberi kesempatan seminggu ini, jika saja ada pertemuan informal di luar persidangan. “Itu dibolehkan, kalau boleh ya berdamai lah,” ujarnya.

Ia mengaku, pihaknya tidak mengharapkan bunga atau jasa, hanya modal pokoknya saja dikembalikan.

“Itu lah buktinya kita ingin berdamai dengan FS. Makanya Minggu depan sidang lagi mendengarkan nota jawaban mereka,” tutur mantan Asisten I Pemko Siantar ini.

Leo juga sempat menyinggung adanya laporan pengaduan keluarganya bersama warga yang lain di Polres Siantar.

“Kalau bisa secepatnya lah, biar ada kepastian hukum bagi mereka yang melaporkan dan bagi yang diduga melakukan tindak pidana. Secara hukum biar ada kepastian, kami menjalankan kedua-duanya, baik pidana maupun perdata,” terangnya.

Dalam hal ini, Leo mengutarakan, perlu mempertanyakan kepada penyidik mengenai berapa lama kasus itu dilidik.

“Kan ada Standar Operational Prosedur (SOP) mereka (Polres Siantar), kapan dimulai gelar perkara, apakah bisa naik ke penyelidikan,” ucapnya.

Ia membandingkan kasus yang mereka laporkan dengan kasus yang dilaporkan FS terkait menantunya ada keheranan juga. “Itu kok bisa cepat prosesnya. Padahal kita sebagai saksi sudah diperiksa,” tutup Leo.

Juniar Hutapea selaku salah satu warga yang melaporkan FS berharap agar pihak Kepolisian segera melakukan gelar perkara terkait kasus yang mereka adukan.

“Kita menilai teradu dalam hal ini, terkesan tidak kooperatif. Karena informasi yang kita dapat dia (FS) belum pernah hadir dalam pemanggilan,” tandasnya.

Selain Leo dan Juniar Hutapea, juga tampak hadir usai persidangan yakni Suwandi Apohman Sinaga (anggota DPRD Siantar), Diana Tumanggor, Rugun Silitonga, Lerisma Sihotang dan Tienni Sitohang

Diberitakan sebelumnya, korban dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan FS kembali bertambah. Ada 3 orang yang mengaku sebagai korban telah membuat laporan ke Polres Siantar, Rabu (30/6/2021) lalu.

Laporan ketiga korban pun tak ubahnya dengan yang dilayangkan Tienny Sitohang dan Rugun Silitonga.

Keduanya melaporkan FS dalam kasus dugaan tindak pidana penggelapan, dengan modus main saham dan keuntungan 5 persen dari modal.

Dari informasi yang dihimpun, ada pun identitas ketiga korban yang membuat laporan ke polisi yakni, Juniar dengan kerugian sebesar Rp 200 juta, Diana Rp 300 juta dan terakhir, Lerisma Rp 250 juta. Sejauh ini, dari 5 orang korban yang sudah membuat laporan, jika ditotalkan kerugiannya mencapai Rp 1. 650.000.000.

Sesuai surat perjanjian penitipan modal usaha yang didapat lintangnews.com dari salah satu sumber tertera dalam pasal 1 yakni, pihak kedua akan menggunakan modal pihak pertama selama 48 bulan, terhitung sejak tanggal surat perjanjian penitipan modal usaha.

Dalam pasal 2, pihak kedua wajib memberikan keuntungan pada pihak pertama sebesar 5 persen dari jumlah uang pihak pertama, dengan cara transfer melalui rekening. (Elisbet)