Diduga Ini Efeknya, Pembangunan Proyek Puskesmas Sipintuangin Gunakan Material Bekas

Tampak para pekerja pemasangan bore pile mengabaikan prokes Covid-19.

Simalungun, Lintangnews.com | Material bekas bongkaran disebut digunakan kembali pada pembangunan gedung Puskesmas berbiaya 4,6 miliar di Sipintuangin, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun.

Itu dibeberkan 2 orang pekerja yang ditemui di gudang penyimpanan material baru untuk pembangunan gedung Puskesmas Sipintuangin, Senin (16/8/2021) kemarin.

“Disitu sebagian digunakan material bekas,” sebut kedua pekerja, sembari mengaku berasal dari Kota Medan dan sudah 4 hari bekerja di pembangunan Puskesmas Sipintuangin.

Selain itu, kedua pekerja mengaku, tak mengenal pihak ketiga (rekanan) dari pembangunan Puskesmas Sipintuangin tersebut. “Orang Medan,” jawab keduanya singkat.

Sebelumnya, salah seorang rekanan lainnya mengungkapkan, untuk membongkar gedung lama Puskesmas Sipintuangin menggunakan alat berat berupa escavator milik warga Kota Siantar. “Disewa alat beratnya punya orang Simpang Dua,” ungkapnya.

Sementara, Arnol Saragih selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang kembali dikonfirmasi menyampaikan, mengenai material bekas sudah ada hitungannya.

“Sudah ada hitungannya itu. Kemarin sudah dihitung sama konsultan. Tinggal mau menyetorkan ke kas daerah lah itu,” jelas Arnol melalui telepon seluler, Rabu (18/8/2021).

Disinggung pengakuan pekerja yang menyebutkan sebagian material bekas digunakan, Arnol membantahnya. “Apa tidak dibilang,” bantahnya.

Diberitakan sebelumnya, proses pembangunan gedung Puskesmas Sipintuangin disebut berhenti kurang lebih selama 3 hari.

“Karena hujan, tidak kerja 3 hari,” ungkap salah seorang warga mengaku bermarga Sihombing menggunakan bahasa daerah saat ditemui di lokasi, Senin (16/8/2021).

Mirisnya lagi, di lokasi pembangunan Puskesmas Sipintuangin yang menelan biaya Rp 4,6 miliar bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2021, saat pemasangan bor piel (paku bumi) tanpa pengawasan.

“Gak tau siapa pengawasnya. Kami dari Tanjung Pura, Kabupaten Langkat cuma memasang bor piel ini untuk pondasi,” ucap salah seorang pekerja di lokasi pembangunan Puskesmas Sipintuangin.

Para pekerja juga mengaku, tak mengenal pihak ketiga (rekanan) dan menyebutkan tak pernah terlihat di lokasi proyek.

“Gak pernah nampak, bang. Kami hanya pelayan tukang dan sudah 3 hari gak kerja karena hujan terus di sini,” kata 2 orang pekerja, sembari mengaku dari Medan saat ditemui di gudang penyimpanan material.

Sementara sesuai plang proyek, sebagai rekanan pembangunan gedung Puskesmas Sipintuangin adalah PT Afifa Jaya Perkasa, dengan masa pelaksanaan selama 150 hari kalender.

Pantauan di lokasi pembangunan Puskesmas Sipintuangin, para pekerja tak taat dengan protokol kesehatan (prokes) dan keselamatan kerja. Pasalnya, tak 1 orang pun pekerja menggunakan masker dan sarung tangan saat bekerja. (Zai)