Humbahas, Lintangnews.com | Lamsar Marbun salah satu Tim Sukses (TS) Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas), Dosmar Banjarnahor-Oloan Paniaran Nababan (Dosmar-Oloan) selaku terdakwa pelanggaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 9 Desember 2020 lalu, mengakui penyesalannya.
Hal itu diungkapkannya saat wawancarai wartawan di Pengadilan Negeri (PN) Tarutung di Dolok Sanggul, Kabupaten Humbahas. “Saya menyesal, jadi bisa seperti ini,” ujarnya sebelum dimulainya sidang kedua perkara kasus pelanggaran Pilkada itu, Senin (21/12/2020).
Menurut Lamsar apa yang telah dilakukannya mendata warga untuk mengajak agar memilih calon petahana itu justru dapat berurusan dengan hukum. Lamsar mengakui, penetapan dirinya menjadi tersangka karena ajakannya itu didasari disuruh Camat Pakkat, Mangoloi Tua Purba.
Dirinya disuruh untuk mendata warga yang memilih pasangan Dosmar-Oloan. Dengan iming-iming diberikan uang sebesar Rp 50 ribu per kepala. “Saya tidak tau bisa seperti ini. Karena saya tidak tau hukum,” ungkapnya.
Disinggung Camat Pakkat pada sidang pertama tidak mengakui perbuatannya telah menyuruh dirinya mendata warga dengan iming-iming akan diberikan uang, Lamsar mengatakan, pasrah dan menerima keadaan tersebut. Ini dkarenakan, ia tidak mengira akan menjadi berurusan dengan hukum duduk dan di kursi pesakitan PN Tarutung. “Bagaimana dibilang, saya bingung. Begini lah nasib saya pak,” ungkapnya.
Lamsar merupakan seorang petani dan hanya seorang diri membiayai 6 orang anaknya, sementara istrinya sudah meninggal dunia pada bulan Oktober lalu.
Meski sebenarnya tak sepersen pun menerima uang dari Camat Pakkat, Lamsar mengaku, selain menuruti ajakan itu, karena Dosmar Banjarnahor merupakan satu marganya dari Marbun.
Dia pun berharap, dengan menimpa dirinya ini agar Camat Pakkat dan pasangan Dosmar-Oloan dapat membantu keluarganya. Caranya dengan mengeluarkan dirinya secepatnya dari jeratan hukum itu.
“Mudah-mudahan bisa dikeluarkan cepat dan anak-anak saya dibantu. Apalagi ibunya sudah meninggal dunia pada bulan Oktober kemarin,” harapnya. (DS)


