Langgar Aturan, Wali Kota Siantar Dinilai ‘Tantang’ DPRD untuk Keluarkan Hak Interpelasi

136
Wali Kota Siantar Hefriansyah dalam acara BRI bertempat di Lapangan Adam Malik.

Siantar, Lintangnews.com | Wali Kota, Hefriansyah dinilai mengeluarkan sejumlah kebijakan yang kontroversial dan seolah ‘menantang’ DPRD Siantar untuk mengambil sikap.

“Apakah Wali Kota Hefriansyah ‘menantang’ DPRD Siantar untuk segera mengambil sikap. Apakah Wali Kota ingin DPRD Siantar mengeluarkan hak interpelasinya,” tanya Ferry Sinamo selaku Anggota DPRD Siantar, Sabtu (7/12/2019).

Menurut Ferry Sinamo, kegiatan yang diadakan di Lapangan Adam Malik dengan acara Pesta Rakyat Simpedes BRI jelas menyalahi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 15 Tahun 1989.

“Tidak boleh ada retribusi, Lapangan Adam Malik itu bukan untuk komersil, fungsinya hanya 4 yakni, keagamaan, kenegaraan, budaya dan kemasyarakatan. Lalu kalau menyimpang dari situ, itu tidak boleh. Kemarin kan sudah dibubarkan, kita tidak tau apa Wali Kota ‘menantang’ DPRD,” ujar politisi PDI Perjuangan ini.

Disampaikannya, jika Hefriansyah selaku Wali Kota Siantar melanggar aturan yang ada, sehingga potensi untuk dilengserkan akan semakin kuat.

“Di paripurna kemarin ada 107 poin keputusan DPRD Siantar, termasuk tidak boleh melanggar Perda,” terangnya.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Siantar itu juga sedikit menyindir kegiatan yang dilakukan di Siantar melibatkan pedagang dari luar daerah, termasuk bazar di lapangan Gedung Olahraga (GOR) Jalan Merdeka, Kecamatan Siantar Timur yang berlangsung saat ini.

“Wali Kota tidak pro kepada masyarakat Siantar, bagaimana rupanya dengan dampak perekenomian Siantar khususnya di Pasar Horas dan Pasar Parluasan. Dengan adanya bazar di GOR membuat kedua pasar itu menjadi sepi. Memang Pemko Siantar berpihak kepada siapa, kalau kami DPRD Siantar berpihak kepada masyarakat Siantar bukan masyarakat luar. Buktinya kemarin juga dari luar kok, ini bukti Hefriansyah tak memihak kepada masyarakat Siantar,” ucapnya.

Dalam kesempatan ini, Ferry Sinamo ingatkan Wali Kota memikirkan Siantar dan bukan membuat sembrawut. “Kalau tidak keluar dari Siantar ini,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Perizinan BPM-PTSP, Mardiana mengakui kalau instansinya mengeluarkan ijin acara di Lapangan Adam Malik. “Hanya saja kalau retribusinya itu ke Dinas Pariwisata (Dispar) lah,” tutupnya. (Elisbet)