Lapas Tebingtinggi Dominan Diisi Kasus Narkoba

Kalapas Tebingtinggi, Herliadi saat menjadi nara sumber.

Tebingtinggi, Lintangnews.com | Dari kapasitas 576 orang, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kota Tebingtinggi di Jalan Pusara Pejuang, Kelurahan Rambung, Kecamatan Tebingtinggi Kota telah dihuni 1.727 orang.

“Dari 1.727 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) itu dominan terkait kasus narkoba.,” jelas Kepala Lembaga Permasyarakatan (Kalapas), Herliadi saat menjadi narasumber dalam kegiatan yang digelar Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tebingtinggi di Hotel Malibou, Kamis (2/9/2021).

Selain itu, menurut ayah 3 anak ini, gambaran umum Lapas selain diisi kasus narkoba, 8 orang terkait korupsi dan pidana umum 494 orang. Sedangkan jumlah pegawai 98 orang, pejabat struktural 12 orang, staf 28 orang, petugas kesehatan 3 orang dan pegawai keamanan 55 orang dibagi 4 regu.

Kalapas didampingi Kasi Kamtib, Hakim Sitinjak dan Rudy Purba selaku Kasubsi Keamanan menambahkan, pembinaan terus digelar melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pembinaan dan Pembimbingan Warga Binaan Pemasyarakatan. Ini ada melalui pembinaan kepribadian dan pembinaam kemandirian.

“Untuk program integritas sesuai Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Permenkumham) Nomor 32 Tahun 2020 ada remisi, asimilasi, pembebasan bersyarat, cuti menjelang bebas, cuti bersyarat, cuti mengunjungi keluarga dan lainnya,” sebut Herliadi.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BNNK Tebingtinggi, Dini Astika mengatakan, terkait program kebijakan Kabupaten/Kota Tanggap Ancaman Narkoba (Kotan), pihaknya mengadakan pengembangan kapasitas Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) pada lembaga adat dan komunitas berbasis kearifan lokal, dengan menghadirkan 4 orang penceramah dari Pemko Tebingtinggi, Polres Tebingtinggi, psikolog RSUD Kumpulan Pane dan Lapas Tebingtinggi. (Purba)