Deli Serdang, Lintangnews.com | Tak disangka, turnamen sepak bola kaki ayam (kiyam) Topan Cup ke III yang diikuti tim dari Kabupaten Deli Serdang dan Serdang Bedagai (Sergai) ini dibiayai Srikandi atau emak-emak Desa Binjai Bakung, Kecamatan Pantai Labu, Deli Serdang.
Setiap hari biaya operasional pertandingan seperti honor wasit dan hakim garis dibiayai para emak-emak ini.
Seperti penuturan Nurita Nurdin selaku Ketua Srikandi sekaligus pemilik Gelora Bung Yetno (GBY) ini, jika setiap tim memang dikutip uang pendaftaran. Tetapi uang pendaftaran itu dikumpulkan untuk hadiah dan trophy di akhir pertandingan (final).
“Sementara untuk biaya operasional pertandingan setiap harinya, baik honor wasit dan hakim garis, kami yang tanggung. Setiap hari kami harus mengeluarkan uang sebesa Rp 300.000,” sebutnya, Minggu (20/10/2019).
Nurita menuturkan, pengeluaran itu mereka keluarkan dari hasil menjaga parkir kenderaan para penonton yang masuk ke lapangan. Selain honor wasit, mereka juga mengeluarkan biaya bola apabila bola si kulit bundar itu rusak (bocor).
“Alhamdulillah memasuki seminggu pertandingan, biaya masih bisa kami handle (tanggulangi), sekaligus bisa menggaji teman-teman yang ikut menjaga parkir,” ujar Nurita.
Lanjutnya, apabila ada sisa dari hasil menjaga parkir, maka disimpan untuk kas. “Kami berharap para penonton pertandingan terus banyak, sehingga biaya pertandingan sepak bola bisa clear dan selesai hingga akhir,” tutupnya.(Idris)


