Liput Pegawai Disdukcapil Simalungun Bentak Warga, OTK Intimidasi Wartawan

Pegawai Disdukcapil Pemkab Simalungun, Nelmi Nainggolan (pakai kaca mata) saat membentak-bentak warga.

Simalungun, Lintangnews.com | Pelayanan administrasi kependudukan nyaris ricuh tepatnya di depan loket 10 kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Pemkab Simalungun, Rabu (10/4/2019) sekira pukul 11.50 WIB.

Ini terjadi berawal dari pertengkaran antara salah seorang warga memakai kaos oblong dan berambut pendek dengan pegawai Disdukcapil Simalungun.

“Anda dibayar ibu (pegawai Disdukcapil). Kami disuruh nunggu. Kalau besok pagi, biar besok pagi datang lagi,” kata seorang pria sembari diamini warga lainnya dan mengungkapkan sudah 3 hari bolak-balik kantor Disdukcapil.

Ironisnya, pegawai Disdukcapil Simalungun, Boru Nainggolan seketika marah-marah dan membentak para warga yang sudah bosan menunggu dan antri lama karena pelayanan lambat.

“Siapa yang bisa pegang komputer? Kerjakan sendiri. Saya kasih komputer,” ucap Boru Nainggolan di hadapan sejumlah warga dengan nada tinggi dan membentak.

Kemudian Boru Nainggolan bertubuh tinggi sekira 155 cm dan berkaca mata itu menyampaikan sistem on line dengan melontarkan bahasa terkesan sombong.

“Ayo, masukan ke sini sekarang. Saya kasih komputer. Kita ini on line dari Jakarta. Bukan kampungan. Kan sudah dibilang. Kalau mau tunggu, tunggu. Tidak bisa kami bilang besok pagi atau tidak,” hardiknya.

Selain itu, dengan nada masih membentak dan marah-marah, Boru Nainggolan memastikan sistem on line dari Jakarta. “Dari Jakarta on line. Ngerti gak kau? Dipastikan dari Jakarta,” bentaknya dengan suara keras.

Keberatan Difoto

Ketika masih membentak para warga, amarah Boru Nainggolan semakin memuncak begitu mengetahui dan melihat wartawan mengabadikan fotonya. “Jangan foto-foto di sini. Gak boleh foto-foto,” ucapnya sembari masuk ke dalam loket 10.

Kemudian, setelah wartawan memberitahukan sebagai jurnalis dan mempertanyakan dasar hukum larangan serta keberatan difoto, Boru Nainggolan dan seorang rekannya juga sempat menyampaikan jangan foto-foto memilih diam.

Wartawan Diusir dan Ditakuti dengan Parang

Usai mengakui sebagai wartawan, tiba-tiba, 2 Orang Tak Dikenal (OTK) memakai jaket warna coklat terlihat buram dan seorang lagi menggunakan tas sandang serta tas gantung muncul bagaikan ‘panglima talam’.

Kemudian, salah seorang dari kedua OTK yakni memakai tas sandang dan gantung mengusir wartawan. “Keluar. Keluar,” ucapnya sembari mendorong wartawan ke luar dari kantor Disdukcapil.

Sedangkan, seorang lagi memakai jaket warna coklat terlihat buram, mengintimidasi wartawan dengan cara menunjukan sebilah parang yang melekat di pinggangnya.

Boru Nainggolan Provokasi Hapus Foto

Selain itu, Boru Nainggolan terlihat memprovokasi kedua OTK tersebut dan melontarkan bahasa yang terkesan menghalangi tugas jurnalistik. “Hapus fotonya. Hapus fotonya,” ucap, boru Nainggolan.

Sementara, Kepala Disukcapil Simalungun, John Damanik melalui pesan singkat kepada wartawan membenarkan Boru Nainggolan merupakan pegawainya.” Iya bg…namanya Nelmi Nainggolan..dianya sakit gula bg sering sakit sakitan..knapa bg?,” tulis John.

Saat disinggung mengenai Boru Nainggolan marah-marah dan membentak warga. John menuturkan, akan memperingati yang bersangkutan.

“Oooo…nanti kuperingatkan dianya ya bg..trims atas perhatian kami ya bg….mdh2an bisa lebih baik kami abg q… Oke bg..nanti kujumpai dia biar ku nasehati biar sopan sama semua warga ya bg….trims ya bg,” kata John kembali melalui pesan singkat. (zai)