Mahasiswa S2 ITB Ditemukan Gantung Diri di Kamar Kos

Ilustrasi.

Bandung, Lintangnews.com | Salah seorang mahasiswa Pasca Sarjana (S2) Institut Teknologi Bandung(ITB), Muhtar Amin(25), ditemukan meninggal dunia karena gantung diri.

Menurut Wakil Rektor Bidang Adsministrasi Umum, Alumni dan Komunikasi ITB, Miming Miharja, jika Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Muhtar selama menjalani studi S2 mendapat nilai hampir sempurna.

Miming menuturkan, korban merupakan warga Kelurahan Cangkol, Mojolaran, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah itu merupakan mahasiswa Prodi Tehnik Elektro.

“IPK S2 almarhum juga mencapai  3,88 dari skla 4,0. Anaknya pandai dan rajin. IPK nya luar biasa dan nilai mata kuliahnya  A semua,” kata Miming, Kamis (6/9/2019).

Almarhum juga sempat menjuarai Olimpiade IPA dan mendapat kan beasiswa ke Turki.  Bahkan setelah lulus tepat waktu sebagai Sarjana Tehnik Elektro ITB, Muhtar langsung melanjutkan pendidikannya di prodi yang sama dengan kealian Micro Elektronika.

“Strata Satu (S1) di ITB angkatan 2014 dan S2 juga di ITB angkatan 2018. Kira-kira baru semester 2. Dalam konteks kinerja belajar tidak ada masalah, karena selama ini baik-baik saja,” ujar Miming.

Miming mengaku, sedih mendengar meninggalnya Muhtar dengan cara tak wajar, yaitu gantung diri di kamar kosanya di Sekeloa, Kecamatan Coblong. “Kejadiannya memang di luar dugaan kami, semoga keluarga yang ditinggalkan iklas,” ucapnya.

Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat, Dadang Margana mengatakan, proses evakuasi Muhtar dari kamar kos terbilang tragis. Dia menuturkan, Selasa (3/9/2019) sore sedang membuat laporan tentang anak hilang di rumah.

“Pada pukul 17.30 WIB saya dengar ada suara teriak-teriak dan menangis dari luar. Sontak saya berlari keluar rumah dan melihat di depan sudah ramai orang,” kata Dadang.

Setelah di depan gerbang rumah kontrakan, salah seorang penghuni sedang histeris. Dadang lalu menyuruh temannya membuka gerbang dan pintu rumah agar diriya bisa masuk.

“Kami coba membuka pintu, tetapi tertahan sesuatu. Lalu kami melihat tambang dan memotongnya , Saat itu pintu bisa didobrak dan melihat Muhtar sudah terlentang kaku di lantai,” kata Dadang. (rudi sihotang)