Massage dan Spa di Griya akan Menjamur, Pangulu Siantar Estate Arahkan Masyarakat Protes

Plang usaha Spa Vagina Ahel Faress di komplek Griya.

Simalungun, Lintangnews.com | Masyarakat akan protes dan dikerahkan ke lokasi usaha massage, lulur dan spa yang ada di komplek Griya, Nagori Siantar Estate, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun.

Hal itu ditegaskan Pangulu Nagori Siantar Estate, Rusdi kepada wartawan melalui telepon seluler jika surat keterangan usaha telah diterbitkan.

“Semua itu sudah ada surat tempat usaha sebagai dasar pengusahanya mengurus izin. Tetapi, kalau surat itu disalahgunakan, masyarakat akan protes dan saya kerahkan ke sana,” tegas Rusdi, Selasa (24/11/2020).

Selain itu, akan menjamurnya usaha refleksi, massage, lulur dan spa di komplek Griya, Rusdi mengaku belum mengetahuinya. “Belum tau saya itu. Yang saya tau hanya 4 tempat di situ,” kata Rusdi.

Informasi diperoleh, usaha reflkesi, massage, lulur dan spa di komplek Griya Jalan Asahan Km 3, Nagori Siantar Estate itu akan menjamur.

“Akan menjamur lah di situ (komplek Griya) usaha begituan. Karena, akan bertambah jumlahnya,” ungkap salah seorang warga.

Disebutkan, jumlah usaha reflkesi, massage, lulur dan spa yang akan bertambah sebanyak tiga. Salah satunya adalah Elbrus yang semula berlokasi di komplek Mega Land Kota Siantar.

“Salah satunya, Elbrus pindahan dari komplek Mega Land yang sudah pasti akan buka dekat Golden. Jadi, kalau bertambah 3, total usaha begituan di situ ada 7 tempat. Karena saat ini saja sudah 4 tempat,” jelasnya.

Selain itu, usaha reflkesi, massage, lulur dan spa yang berdekatan dengan pemukiman warga diduga menjadi tempat prostitusi karena menyediakan pijat plus.

Untuk pijat plus, tarifnya sebesar Rp 300 sampai 500 ribu. “Itu pun tidak semua sama kami. Karena, kan harus bayar tempat juga sama toke,” ucap seorang therapis salah satu usaha refleksi beberapa hari lalu.

Kemudian, tarif pijat plus disebut juga untuk pengamanan yang disetor melalui masing-masing pengusaha reflkesi, massage, lulur dan spa serta membeli alat pengaman.

“Kan ngasih juga untuk pengamanan. Kalau tidak, setiap hari dirazia di sini dan beli alat pengaman juga. Gak berani lah kalau tanpa alat pengaman. Bahaya penyakit,” katanya.

Seperti diketahui tanggal 30 Oktober 2020, salah satu lokasi spa yakni Ahel Faress dirazia aparat Kepolisian karena diduga juga menjadi tempat prostitusi. Sebelumnya juga, Golden Massage juga tak luput dari razia. (Zai)