Masyarakat Lumban Hariara Ancam Blokir Jalan Menuju Lokasi 2 Lokasi Proyek PLTMH Parmonangan 

Taput, Lintangnews.com | Kesabaran ada batasnya, mungkin itu terjadi bagi sebagian masyarakat Dusun Lumban Hariara Desa Manalu Dolok, Kecamatan Parmonangan, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput).

Pasalnya, beberapa tahun ini jalan dari Dusun Gotting sampai ke Dusun Paratusan sudah sangat memprihatinkan. Ini berawal setelah ada proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Parmonangan I yang dikerjakan PT Seluma.

Namun saat itu kondisi jalan belum begitu parah, pasalnya pihak menagemen perusahaan bisa dikatakan rutin memperbaiki ketika ada jalan yang rusak atau berlubang.

Tetapi setelah kehadiran PT Partogi juga berrgerak di bidang proyek yang sama atau kontruksi bendungan PLTMH Parmonangan II berlokasi di Dusun Hopong Desa Manalu Dolok menuju ke Desa Hutatua.

Menurut salah seorang warga, G Nainggolan sejak kehadiran perusahaan itu belum pernah melihat memperbaiki jalan itu sampai saat ini. Dia menilai, PT Partogi bisa dikatakan cuek terhadap kepentingan masyarakat, khususnya di Dusun Dusun Lumban Hariara.

“Kami juga kena imbas negatif setelah proyek ini berjalan. Misalnya ketika kita sudah terlelap tidur, tiba-tiba lewat mobil perusahaan yang over tonase, membuat rumah sampai ikut goyang akibat bobot beban puluhan ton,” sebutnya, Kamis (25/3/2021), seraya menuturkan kemungkinan warga akan memblokir akses jalan di daerah itu.

Truk membawa alat berat saat melintas.

G Nainggolan juga menuturkan, Dusun mereka sering dianak tirikan, karena yang penting bagi perusahaan hanya Dusun tempat lokasi proyek dikerjakan. “Padahal kami termasuk Dusun terkena dampak proyek PLTMH yang dikerjakan PT Partogi,” paparnya.

Ketika dikonfirmasi pihak PT Partogi (sub kontraktor) melalui telepon selulernya tidak diangkat, meskipun dalam kondisi aktif.

Sementara PT Sluma melalui Preddy Siahaan menegaskan, selama ini pihaknya peduli atas kerusahan jalan dari mulai daerah lokasi PLTMH Parmonangan I sampai Parmonangan II.

“Kita sangat peduli masalah jalan yang rusak. Ketika ada, kita langsung menutupi jalan rusak melalui dana Corporate Social and Responsibility (CSR). Hanya itu yang bisa dilakukan, kalau diijinkan untuk mengaspal kita juga siap, namun itu gawean Pemkab Taput,” sebutnya.

Preddy juga menjelaskan, di akhir bulan April 2021 melalui dana CSR, pihaknya berjanji akan memperbaiki jalan dari Dusun Gotting sampai ke Paratusan. Ini setelah perusahaan mereka Commersial On Date (COD). (Gihon)