Masyarakat Parmonangan Resah dengan Penanaman Eukaliptus PT TPL

Papan aturan yang dibuat PT TPL di lokasi.

Taput, Lintangnews.com | Penanaman pohon eukaliptus yang sudah puluhan tahun oleh PT Toba Pup Lestari Tbk (PT TPL) Sektor Aek Raja akhir-akhir ini mulai meresahkan bagi masyarakat Kecamatan Parmonangan, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput).

Salah seorang warga, Andry Hutasoit menuturkan, akibat penanaman eukaliptus di daerah mereka beberapa tahun belakangan ini mulai berdampak negatif. Salah satunya kekeringan lahan persawahan di beberapa titik di Desa Aek Raja.

“Seperti persawahan Sosor Pea yang dulunya digenangi air dan saat ini sudah hampir kering, sehingga tidak bisa digarap lagi sebagian oleh pemilik lahan,” paparnya, Kamis (15/10/2020).

Menurutnya, ini diakibatkan PT TPL Sektor Aek Raja tidak menepati perjanjiannya, dimana jarak di lahan alur pingir sungai atau persawahan minimal 50 meter.

Tetapi kenyataannya saat ini bisa dikatakan tidak ada jarak lagi bahkan ada yang 1 sampai 2 meter. “Ini bisa kita buktikan di lapangan,” ujar Andry yang peduli lingkungan di Parmonangan itu.

Andry Hutasoit.

Dia menuturkan, kekesalan terhadap cara penanaman eukaliptus PT TPL yang sebagian asal-asalan tanpa aturan ini terbukti dari mulai pegunungan di jalan menuju ke Parmonangan. Ini terlihat dari Desa Aek Raja dan Desa Horisan.

“Pegunungan itu menurut saya tidak layak ditanami karena kemiringan tanahnya sudah mulai gundul. Informasinya akan ditanami eukaliptus oleh PT TPL. Dampaknya bagimana dan apakah ini sesuai aturan. Mari kita pikirkan bersama akibatnya nanti, jadi mohon pada semua masyarakat Parmonangan ini kita hentikan,” tegasnya.

M Simatupang selaku Maneger Sektor Aek Raja saat dikonfirmasi wartawan melalui telepon seluler, justru buang badan dan mengatakan agar dikonfirmasi ke Bagian Humas PT TPL, Juliyandri Hutabarat (Media Relation). Sementara awak media telah menjelaskan lokasinya di Sektor Aek Raja.

Salah seorang warga Desa Horison, M Manalu menyayangkan kejadian yang berulang kali terjadi. Menurutnya, jika ini terus berlanjut tak sesuai aturan yang dibuat, maka perlu menyurati pihak PT TPL.

“Kalau tidak digubris, kita akan membuat cara lain tetapi tetap sesuai aturan atau koridor yang ada,” tukasnya. (Gihon)