Masyarakat Porsea Minta Perbaikan Jalan Nasional Segera Diselesaikan

Kondisi badan jalan di Jembatan Poresa usai dibongkar dan belum diperbaiki.

Toba, Lintangnews.com | Proyek perbaikan ruas jalan nasional di Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba diduga mangkrak karena ditinggal pergi begitu saja oleh pihak rekanan atau kontraktor.

Pasalnya, setelah aspal jalan Jembatan Porsea dihancurkan dan dibongkar pada bulan April 2021 lalu, hingga, Sabtu (10/7/2021) belum juga diperbaiki. AKibatnya, pelaksaan proyek itu menuai protes dari warga setempat dan pengguna jalan yang kerap melintas.

Pantauan lintangnews.com, tidak ada pekerja atau papan proyek yang terpampang di lokasi. Selain itu, terlihat material batu berserakan di sepanjang badan jalan. 

Tokoh Pemuda Porsea, Tigor Manurung mengatakan, kondisi jalan di jembatan saat ini sangat membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor. Seperti Rabu kemarin, seorang pengendara sepeda motor jatuh dan mengalami luka-luka akibat terpeleset.

Menurut Tigor, pemerintah harus segera menindak pihak kontraktor untuk mengerjakan perbaikan jalan di jembatan itu. Pasalnya, apabila tidak segera diaspal, jalan akan semakin licin dan semakin membahayakan pengguna jalan.

“Material batu sisa bongkaran aspal berseraam di bahu jalan dan bongkaran aspal tidak rata. Kita khawatir, jika material sisa bongkaran aspal digilas akan membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor. Itu harus segera kerjakan, agar tidak ada lagi korban akibat jalan yang tak kunjung diperbaiki,” tukasnya.

Salah satu pengguna jalan, Renward Marpaung saat dikonfirmasi awak media berharap, agar proyek perbaikan jalan secepatnya diselesaikan, sehingga dapat melancarkan perjalanan masyarakat yang bepergian.

“Kepada pemerintah kita juga berharap agar memberikan sanksi pada pihak rekanan yang menelantarkan perbaikan jalan itu,” paparnya. (Aldy)