Membangun Karakter, Pelajar SD Daniel Kunjungi Museum Sang Nila Utama Pekanbaru

44
Para pelajar SD Daniel saat mengunjungi Museum Sang Nila Utama Pekanbaru.

Riau, Lintangnews.com | Dalam rangka membangun karakter siswa-siswi, SD Daniel HKBP Rumbai menggelar kegiatan ‘ Daniel School Elemantry Goes To Sang Nila Utama Museum. Sebanyak 45 orang siswa-sisiw berkunjung ke Museum Sang Nila Utama, Jalan Sudirman, Kota Pekanbaru, Riau, belum lama ini.

Dengan didampingi beberapa orang guru, para anak-anak tampak antusias mengamati dengan seksama dan mencatat beberapa hal yang mereka lihat. Meskipun sedikit berdesakan sambil memperhatikan gurunya menjelaskan koleksi peninggalan sejarah, akan tetapi para siswa-siswi tampak bersemangat berkeliling di seluruh ruangan museum.

Secara bergantian mereka mencoba mengamati benda sejarah peninggalan Melayu atau pun kerajaan Sriwijaya di Riau. Peninggalan Sriwijaya di museum bisa dilihat dari replika Candi Muara Takus. Kemudian Kerajaan Melayu bisa dilihat dengan replika Istana Siak hingga peninggalan busana Melayu sejak dahulu.

Museum itu juga memiliki koleksi Arkeologi berupa batu keong atau siput. Sejatinya, batu ini berasal dari bongkahan kayu tercampur zat besi dan silicon, lalu mengeras karena pengaruh panas bumi. Bongkahan batu keong siput yang ditemukan di Kecamatan XIII Koto Kampar ini disebut-sebut sudah berusia 5 juta tahun. Batu ini diklaim terbentuk ketika Pulau Jawa dan Sumatera masih bersatu pada zaman dahulu.

Selain itu, ada juga keramik atau guci peninggalan Kerajaan Melayu Malaka. Keramik ini ditemukan di dasar laut Selat Melaka di sebuah bangkai kapal yang diklaim sebagai armada perang orang Melayu saat itu. Koleksi etnografi yang menggambarkan peradaban orang Riau pada zaman dahulu.

Dibuat di awal tahun 1990, kini museum Sang Nila Utama memiliki lebih dari 5.000 koleksi. Mulai dari koleksi naskah kuno, mata uang dan stempel, hingga hewan-hewan yang diawetkan.

Semua koleksi ini merujuk pada sejarah peradaban Melayu di Sumatera, disebabkan karena Riau adalah pusat budaya Melayu di Indonesia. Museum ini didirikan karena banyaknya benda-benda dan sumber daya alam yang harus dilestarikan.

Menurut David Simamora sebaagai guru pendamping dan juga pemerhati sejarah, kunjungan ke Museum Sang Nila Utama ini menjadi salah satu media pendidikan bagi pengembangan pendidikan karakter lewat ilmu pengetahuan sejarah.

Dia menambahkan, tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah agar para siswa-siswi dapat mengambil contoh dan meneladani perjuangan para pahlawan, menumbuhkan rasa percaya diri , setia kawan , disiplin dan menghormati sesama pelajar, serta menumbuhkan rasa kecintaan anak didik terhadap sejarah.

“Sehingga secara tidak langsung tertanam nilai- nilai bagi penanaman karakter, budi pekerti, dan semangat cinta tanah air. Sebab anak-anak merupakan generasi penerus bangsa sehingga mereka perlu dibekali dengan pemahaman akan nilai-nilai sejarah Indonesia sejak dini,” sebut David, Sabtu (26/10/2019).

Sementara itu salah seorang orang tua pelajar, Roselina Harianja yang juga Manager Marketing Fox Hotel Pekanbaru merasa senang anak- anak mereka disuguhkan rekreasi yang bersifat educative. Menurutnya, museum dapat menjadi destinasi yang menarik bagi orang tua untuk mengajak anak- anak mereka berlibur. sekaligus menambah pengetahuan

Diketahui kegiatan kunjungan ke museum diakhiri dengan perjalanan siswa-siswi SD Daniel HKBP Rumbai dengan menikmati Kota Pekanbaru menggunakan transportasi umum Busway Trans Pekanbaru.

Selain mengenai peninggalan masa lalu, anak- anaak juga diperkenalkan dengan lingkungan sekitar dengan berbaur bersama warga sambil menikmati aktivitas Kota Pekanbaru. (DS)