Mengidap TBC, Tahanan Sat Narkoba Siantar Meninggal

Evo saat menjalani pemeriksaan di kantor Satuan Narkoba Polres Siantar.

Siantar, Lintangnews.com | Tersangka narkoba  Evo Pangaribuan alias Revo (28) warga Jalan Musyawarah, Kelurahan Sukadame, Kecamatan Siantar Utar, yang masih berstatus tahanan Polres Siantar dinyatakan meninggal dunia setelah mendapat perawatan medis pihak RSUD Djasmen Saragih, Kamis (2/5/2019).

Diketahui, Evo meninggal dunia karena mengidap penyakit Tuberkulosis (TBC) yang dideritanya.

Hal itu disampaikan, Hiras Silalahi selaku Humas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kota Siantar, saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (4/5/2019).

Hiras menuturkan sejak dititipkan Polres Siantar, Evo telah mengidap penyakit TBC. Kemudian Evo dikurung di sel Ambarita. “Setelah diketahui dia (Evo) penyakit TBC, maka kami buat di Blok Ambarita kamar 14 G,” kata Hiras.

Evo pun sempat mendapat perawatan medis dari Lapas, namun penyakit Evo pun tak kunjung membaik.

“Tanggal 25 April kami serah terima pada Polres Siantar agar Evo dirawat di RSUD Djasamen Saragih. Selama 5 hari dia dirawat di RSUD, Evo dinyatakan meninggal dunia,” jelas Hiras.

Terpisah, Kasat Narkoba, AKP Eduar dikonfirmasi melalui telepon seluler membenarkan peristiwa itu.”Iya sejak kita tangkap dia (Evo) sudah ada penyakitnya,” ucap AKP Eduar melalui telepon seluler.

Polres Siantar juga telah serah terima jenazah Evo pada pihak keluarga untuk dimakamkan. “Kami sudah menyerahkan jasad nya ke pihak keluarga. Keluarganya juga  tidak keberatan,” kata AKP Eduar.

Sekedar diketahui, Evo ditangkap petugas Satuan Narkoba Polres Siantar pada Selasa (5/3/2019) lalu. Dari tangan Evo ditemukan barang bukti yakni, 2 paket sabu, 1 unit timbangan digital, 3 plastik klip dan 1 unit handphone (HP) merk Samsung.

Usai menjalani pemeriksaan, pada tanggal 16 Maret 2019 Evo dititipkan pihak Polres Siantar ke Lapas Siantar. (irfan)