Menparekraf Sandiaga Uno Berikan Kuliah Umum di Sekolah Pascasarjana USI

Menparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno memberikan kuliah umum untuk mahasiswa-mahasiswi Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun.

Siantar, Lintangnews.com | Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno memberikan kuliah umum untuk mahasiswa Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun (USI).

Kuliah umum yang dimoderatori Ummu Harmain ini mengambil tema ‘Mempersiapkan Kota Siantar dan Kabupaten Simalungun dalam Mendukung Danau Toba sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas’.

Kuliah umum dilaksanakan secara virtual melalui aplikasi zoom dan diikuti seluruh mahasiswa-mahasiswi dan Dosen yang mengajar di Sekolah Pascasarjana USI, Rabu (21/4/2021).

Ketua Panitia, Muldri PJ Pasaribu menyampaikan, tujuan dilaksanakannya kegiatan, untuk menjelaskan persiapan-persiapan yang harus dilakukan Kota Siantar dan Kabupaten se kawasan Danau Toba dalam rangka mendukung percepatan pembangunan Danau Toba sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP).

Senada dengan tujuan itu, Direktur Sekolah Pascasarjana USI, Jef Rudiantho Saragih dalam sambutannya juga menegaskan bahwa masih terdapat permasalahan-permasalahan dari berbagai sisi.

Dari sisi perencanaan wilayah yang masih harus bersinergi dalam mendukung program Danau Toba sebagai DPSP. Dari sisi ekonomi dan manajemen sumber daya manusia yang masih membutuhkan dukungan pemerintah.

Sementara sisi hukum yang membutuhkan harmonisasi regulasi antara pusat dan daerah dalam mendukung program strategis nasional tersebut.

Acara itu dibuka Corry Purba selaku Rektor USI. Dia berharap, agar pemerintah juga sepenuhnya memberi perhatian keseluruh daerah sekeliling Danau Toba. Seperti kabupaten Simalungun, Kabupaten Karo dan Kabupaten Dairi.

“Perlu ada perhatian pemerintah terutama soal infrastruktur dan fasilitas lainnya,” sebut Rektor.

Menparekraf menyampaikan sejumlah poin utama dalam kuliah umum itu, mulai dari konsep destinasi yang terintegrasi, bersinergi dan terkoordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, hingga kepada peluang pengembangan daerah se kawasan Danau Toba yang berbasis kewilayahan.

Khusus untuk Kota Siantar, Sandiaga Uno menyampaikan, terdapat arahan konsep pengembangan area sebagai transit point dan daya tarik wisata berbasis potensi agro sawit. Sedangkan arahan konsep fasilitas, Siantar berpotensi mengembangkan transit area, hotel/transit hotel/homestay, pusat kuliner, pusat cenderamata/oleh-oleh dan agro wisata sawit.

Untuk dukungan Kemenparekraf di Provinsi Sumatera Utara tahun 2021, melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pariwisata, untuk fisik sebesar Rp. 47.567.730.900 dan non fisik Rp 10.550.936.000. Sedangkan melalui dana dekonsentrasi dialokasikan melalui Tata Kelola Pusat Informasi Kepariwisataan Daerah Provinsi Sumut sebesar Rp 700.000.000.

Dalam penutupan, Sandiaga Uno mengajak untuk bersama-sama memperbanyak event-event yang bertujuan menjadikan Siantar, Simalungun dan wilayah se kawasan Danau Toba turut menjadi destinasi wisata melalui kekayaan daerah yang dimiliki. (Elisbet)