Meresahkan, Puluhan Warga Datangi Warung Tuak di Hessa Air Genting  

Lokasi warung tuak yang didatangi warga.

Asahan, Lintangnews.com | Puluhan warga Desa Air Genting dan Desa Hessa Air Genting, Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan mendatangi warung tuak di daerah itu, karena sudah sangat meresahkan ditambah lagi suara musik terlalu kuat, Jumat (23/7/2021).

Tokoh Masyarakat, Khairul Azahar Butarbutar bersama sejumlah warga datang ke lokasi didampingi Kapolsek Air Batu, AKP Rusli Damanik meminta pada pihak pemerintah setempat dan Kepolisian agar menutup lokasi warung tuak itu, karena menilai sudah menjadi tempat maksiat.

“Kami menilai lokasi itu sudah tempat maksiat, dimana pemilik warung juga menyediakan wanita penghibur untuk menemani laki-laki yang ingin minum tuak,” ujarnya.

Khairul mengatakan, bukan hanya minum tuak saja, namun suara musik yang sangat keras juga diputar. Ini bahkan tidak melihat waktu mau Magrib hingga sampai malam hari.

“Warung tuak itu membuat gaduh, karena musiknya dihidupkan dengan suara keras, sehingga meresahkan kami sebagai muslim yang ingin melaksanakan Sholat Maghrib. Justru pemilik warung tuak tidak mau mematikan musik,” ujarnya.

Dia mengatakan, dulunya lokasi itu memang tempat warung tuak, namun tak sebanyak saat ini dan semuanya tidak mengikuti aturan waktu.

Warga mendatangi sejumlah lokasi warung tuak.

“Dulu warung tuak hanya satu disini, namun sekarang saat ini sudah lebih banyak. Bahkan warung tuak itu terkesan seperti tempat prostitusi, karena terlihat adanya kamar-kamar tertutup dan diiringi suara musik yang keras,” ujarnya.

Hal senada juga dikatakan warga lainnya, Kahiruddin dan meminta agar warung tuak di lokasi itu segera ditutup.

“Tidak ada kata lain lokasi itu harus ditutup. Ini permintaan kami apabila tidak ingin terjadi hal-hal yang tak diinginkan,” ujar aantan Anggota DPRD Asahan periode 2014-2019 itu.

Sementara itu, AKP Rusli Damanik mengatakan, pihaknya akan mengundang pemilik warung untuk berkoordinasi dengan melibatkan Kepala Desa (Kades) dan Camat.

“Hasil dari rapat itu nanti baru kita simpulkan apakah ditutup atau tidak. Namun saya berharap nanti warung ditutup agar tidak menimbulkan masalah untuk kedepannya,” ujar Kapolsek.

Disinggung mengenai keributan di lokasi itu, Kapolsek mengatakan, tidak pernah menerima laporan atau pengaduan terkait. “Selama saya bertugas disini tidak pernah mendengar ada keributan maupun laporan dari warga sekitar,” ujarnya. (Heru)