Miniatur Rumah Bolon Purba Simalungun Hadir di Bandara Kualanamu

Miniatur Rumah Bolon Purba di Bandara Kualanamu.

Deliserdang, Lintangnews.com | Salah satu kekayaan budaya dan tradisi dimiliki Suku Simalungun yang mendiami wilayah Kabupaten Simalungun dan Kota Siantar adalah seni arsitektur rumah adat atau biasa disebut Rumah Bolon.

Penyelamatan dan pelestarian berbagai jenis istana kerajaan di Simalungun sejauh ini masih banyak berkutat dalam bentuk konsep dan wacana yang belum menyentuh pada solusi aplikatif dan konklusi riil di lapangan.

Salah satu langkah nyata penyelamatan dan pelestarian istana kerajaan di Simalungun dilakukan DPP Himpunan Masyarakat Simalungun Indonesia (HMSI) bekerja sama Angkasa Pura 2 yang diinisiasi Anggota DPD RI, Parlindungan Purba beserta pegiat budaya Simalungun dan kumpulan marga di Simalungun seperti P3BP (Purba Pakpak Boru Panogolan).

Melalui press release dari DPD HMSI Sumut, Jumat (5/4/2019) menyampaikan, Rumah Bolon Pematang Purba merupakan bangunan warisan Pangultop-ultop, Raja Simalungun pertama. Istana yang dibangun pada tahun 1515 di Kecamatan Purba ini berjarak sekitar 170 kilometer dari Medan dan 70 kilometer dari Kota Siantar.

Pangultop-ultop atau yang juga dikenal sebagai Tuan Raendan ini merupakan raja yang sangat piawai dalam memimpin, sehingga sosoknya pun disegani oleh masyarakat.

Di dalam Rumah Bolon Pematang Purba ini terdapat beberapa buah tanduk kerbau. Tanduk kerbau tersebut merupakan tanduk kerbau yang pernah digunakan pada upacara adat Simalungun yang dipimpin langsung oleh sang raja. Bahkan jumlah tanduk yang ada di Rumah Bolon mencerminkan jumlah raja yang telah memerintah.

Saat ini, miniatur Rumah Bolon Kerajaan Purba tersebut sudah ada di Bandara International Kualanamu. Ini sebuah kebanggaan bagi Etnis Simalungun, bahwa kelestarian bisa dilakukan dan semoga bisa menjadi destinasi wisata serta bisa dilihat bagi semua penumpang yang landing (mendarat) di Kualanamu.

Seperti diketahui, Rumah Bolon dibangun dengan menggunakan kayu hutan dan tidak memakai paku, namun sampai saat ini masih dapat berdiri kokoh.

Rumah Bolon, selain merupakan istana tempat tinggal raja, masih memiliki sembilan bagian bangunan lainnya yang masih satu kesatuan dengan dengan rumah utama atau istana raja. (rel)