Napi Ini Tak Menyangkal Suheri Purba Adik Kandungnya Ditangkap Sat Narkoba Simalungun

174
Dokumentasi Lapas Siantar Klas IIA yang setiap minggunya menyidak atau mensweeping kamar-kamar napi.

Simalungun, Lintangnews.com | Salah seorang narapidana (napi) Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klas IIA Pematangsiantar, Syamsul Purba tidak menyangkal jika Suheri Purba merupakan adik kandungnya.

Sebelumnya, warga Pematang Kerasaan Rejo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun itu ditangkap Unit Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polres Simalungun, Senin (2/12/2019) malam atas dugaan tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

“Adik saya ditangkapnya kemarin sama Unit Opsnal Sat Narkoba Polres Simalungun. Dari semua pelaku yang ditangkap kemarin, hanya adik saya Suheri Purba yang saya kenal. Dia selama ini di perantauan,” tegasnya didampingi Humas Lapas Siantar, Hiras Silalahi di Jalan Asahan Km 6 Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Kamis (5/12/2019).

Mantan personil Polres Simalungun yang tertangkap saat mengkomsumsi sabu pada tahun lalu dan divonis 8 tahun kurungan itu mengaku, tak mengenal Riko Ardian (25) yang ditangkap Unit Opsnal sebelum menangkap Suheri Purba.

Dia juga membantah jika Riko memesan sabu darinya. Termasuk 3 orang tersangka lainnya yang sebelumnya ditangkap petugas.

Razia rutin yang dilaksanakan pihak Lapas Siantar.

“Gak benar pernyataan si Riko itu saya menjual sabu dari dalam Lapas keluar Lapas. Lihat orangnya saja tidak pernah, apalagi kenal. Jadi pernyataan dia itu tidak benar. Termasuk pengakuan dari adik saya yang menyatakan saya arahkan mengambil sabu dari Rahmad. Orang yang dimaksud pun saya tak mengenalnya,” tukas Syamsul.

Sementara Hiras Silalahi mengatakan, pihaknya optimis Syamsul tidak ada mendistribusikan sabu dari dalam Lapas. Ini karena pihaknya secara berkala dan berkelanjutan sering melakukan inspeksi mendadak (sidak).

“Kita selalu rutin melakukan razia 4 kali dalam sebulan. Berarti rata-rata seminggu sekali kita selalu razia narkoba, handphone (HP), senjata tajam (sajam) dan lainnya. Jadi tidak benar peredaran sabu dari dalam lapas. Kalau di luar sana, kami tidak menggaransi. Karena bisa saja dia menggunakan HP berhubungan keluar sana. Kalau dari dalam, itu tidak mungkin,” tegasnya.

Terkait informasi jika di kamar Syamsul diduga disimpan barang haram itu, Hiras mengatakan, saat dilakukan razia tidak ada menemukan sabu.

“Tadi pagi kita sudah kita melakukan razia dan tidak ada menemukan narkoba. Seminggu lalu juga juga lakukan razia, tidak ada kami temukan barang itu,” tukasnya. (Zai)