Ngaku Tak Tau Sisa Bangunan Diperjualbelikan, Dirut RSUD HAMS Diminta Dievaluasi

Bahan sisa bangunan dari RSUD HAMS Kisaran.

Asahan, Lintangnews.com | Akibat ketidaktahuan atas adanya jual-beli sisa bangunan RSUD Haji Abdul Manan Simatupang (HAMS) Kisaran, Kabupaten Asahan kinerja Direkturnya diminta dievaluasi.

Permintaan evaluasi itu disampaikan Direktur LBH Publik Asahan-Tanjungbalai, Fadli Harun, Rabu (3/7/2019).

“Kita harap, Pak Surya (Plt Bupati Asahan) mengevaluasi kinerja Direktur RSUD (HAMS Kisaran). Ada banyak kejanggalan, atas penyelesaian hasil bongkaran gedung rumahsakit yang sedang direnovasi itu,” katanya.

Alasan ketidaktahuan Direktur Hari Sapna atas perpindahan tempat hasil bongkaran gedung, seperti kayu, kosen, seng dan material lainnya, membuat Fadly heran.

“Bagaimana mungkin, aset pemerintah daerah yang menjadi tanggungjawabnya itu bisa berpindah tangan ke orang lain tanpa sepengetahuan dirinya,” ujarnya agak meninggi.

Satu pertanyaan yang mengganjal lagi, kata Fadly, kenapa oknum pegawai RSUD HAMS Kisaran yang menjual hasil bongkaran gedung itu tidak dilaporkan ke institusi penegak hukum.

“Kalau memang enggak ada terlibat, laporkanlah. Tapi, ini kan tidak. Cuma ditegur saja. Kemudian, barang-barang yang sudah dijual, ditarik lagi. Jadi, indikasi ada permainan (persekongkolan) di dalam itu, jelas. Karena itu, Direkturnya patut dievaluasi,” katanya.

Sebagaimana diberitakan, sebelumnya, Hari Sapna mengaku tidak tau-menahu terkait adanya berpindahnya sebagian hasil bongkaran gedung ke salahsatu panglong di Kecamatan Kisaran Timur. Ia berdalih sedang berada di luar kota, yakni di Provinsi Riau.

Atas peristiwa itu, ia telah memerintahkan bawahannya untuk mengumpulkan kembali material bongkaran bangunan gedung, di lingkungan RSUD HAMS Kisaran. (Handoko)