Pahala Sitorus Ajak Bangso Batak Nyatakan Cinta Papua

Pahala Sitorus bersama mantan Kapoldasu Irjen Pol Paulus Waterpauw.

Tebingtinggi, Lintangnews.com | Gerakan massa dari penjuru Papua dan Papua Barat awalnbya diakibatkan dari sentimen rasisme dan diskriminatif, telah berubah karena disusupi kepentingan pihak asing. Sehingga saat ini telah mengarah kepada separatisme politik yang merusak kedaulatan negara.

“Hal ini harus dicegah dengan menebar rasa cinta Papua oleh semua suku di nusantara tercinta. Selaku generasi Batak tentu saya terlebih dahulu mengajak Bangso Batak untuk menyatakan cinta Papua,” sebut Tokoh Masyarakat Tebingtinggi, Pahala Sitorus di ruang kerjanya, Senin (2/9/2019 ) usai bertemu mantan Kapoldasu Irjen Pol Paulus Waterpauw di Papua.

Pahala mengajak Bangso Batak di seluruh penjuru dunia untuk menyatakan ‘Cinta Papua’, sehingga masyarakat Papua dapat merasakan sudah tidak ada lagi perlakuan rasisme dan diskriminasi yang dilakukan kelompok individu.

“Unjuk rasa masyarakat Papua disebabkan adanya sikap sinisme dari kelompok individu menjurus kepada rasisme dan diskriminatif. Ini menimbulkan gerakan massa masyarakat Papua menuntut Pemerintah melalukan referendum. Hal ini tidak boleh terjadi, karena tanpa Papua bukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) namanya,” tukas Pahala.

Dia menilai, langkah Presiden Jokowi menugaskan Panglima TNI dan Kapolri berkantor sementara di Papua hingga kondisi keamanan dan ketertiban sudah dapat dipastikan kondusif, menunjukkan negara hadir untuk melindungi dan mengayomi rakyatnya, sehingga bingkai NKRI tidak ada yang dapat mencabik-cabiknya. (purba)