Panwascam Bandar Masilam Panggil Wartawan Beritakan Dugaan Pelanggaran Kampanye

Kordiv Penanganan Pelanggaran Bawaslu Simalungun, Bobi Dewantara Purba dan Ketua Panwascam Bandar Masilam, Saparuddin Sirait.

Simalungun, Lintangnews.com | Wartawan media online lintangnews.com berinisial Zai dipanggil pihak Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Bandar Masilam, Kabupaten Simalungun, Rabu (3/4/2019) kemarin.

Zai dipanggil karena memberitakan dugaan terhadap oknum Calon Legislatif (Caleg) Partai Demokrat nomor urut 4 Daerah Pemilihan (Dapil) 3 Kabupaten Simalungun bernama Pendi Damanik di lintangnews.com secara berturut-turut.

Dugaan itu sesuai informasi masyarakat Nagori Bandar Tinggi, Kecamatan Bandar Masilam, jika Pendi Damanik menggunakan mobil Toyota Fortuner plat hitam dengan nomor polisi (nopol) BK 4 PD untuk berkampanye.

Masyarakat menilai aksi oknum Caleg itu telah melakukan pelanggaran. Sebab, diduga mobil itu merupakan kendaraan fasilitas milik negara dalam hal ini milik aset Pemkab Simalungun.

Sesuai surat panggilan Panwascam Bandar Masilam No P.135/K.PANWAS.03/04/2019 per-tanggal 03 April 2019, dasar hukum pemanggilan terhadap wartawan lintangnews.com adalah UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, PKPU Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengawasan Berkampanye, Perbawaslu Nomor 7 tahun 2018 tentang Penindakan dan Pelanggaran, serta Perbawaslu Nomor 28 Tahun 2018.

Karena menilai janggal atas dasar atau payung hukum pemanggilan itu. lintangnews.com kembali mengkonfirmasi Ketua Panwascam Bandar Masilam , Saparuddin Sirait.

“Kami berhak minta keterangan karena informasi itu dari bapak. Kami sudah koordinasi ke Bawaslu Simalungun,” tulis Saparuddin Sirait via pesan WhatsApp (WA) miliknya, kemarin.

Disinggung apakah Panwascam Bandar Masilam sudah melakukan panggilan terhadap oknum Caleg dalam rangka mengklarifikasi informasi masyarakat sesuai pemberitaan, justru Saparuddin Sirait berkilah.

“Kita sudah tau, tapi kita turun dulu kelapangan dan kita kaji kebenaran. Kita investigasi duluh ke lapangan baru kita laporkan ke Bawaslu. Itu lah yang kami tunggu dari pengawas lapangan,” kata Saparuddin Sirait.

Terkait adanya panggilan terhadap wartawan, Kordiv Penanganan Pelanggaran Bawaslu Simalungun, Bobi Dewantara Purba membenarkan itu sesuai rekomendasi yang dilayangkannya.

“Kami merekomendasikan utk dilakukan klarifikasi thdp kebenaran berita tsb,termasuk panwascam meminta keterangan drmna awal informasi ini kami dapat,” tulis WA milik Bobi.

Dikonfirmasi lagi mengapa wartawan yang dipanggil, sementara Pendi Damanik yang diduga telah melakukan pelanggaran berkampanye tidak dipanggil, justru Bobi terkesan berdalih.

“Mrk msh melakukan klarifikasi thdp kebenaran berita tsb, jd butuh waktu..jd kita tunggu lah mrk bekerja. Kita tunggulah hasil dr klarifikasi panwascam yahh,” sebut Bobi melalui WA.

Ironisnya, meskipun Panwascam Bandar Masilam belum melakukan pemanggilan terhadap Pendi Damanik, justru Bawaslu Simalungun melalui Kordiv Penanganan Pelanggaran mengaku, pihaknya telah melakukan klarifikasi pada Pemkab Simalungun atas kepemilikan kendaraan nopol BK 4 PD.

“Iya sudah kami klarifikasi kepada Pemkab Simalungun dan katanya plat hitam nopol BK 4 PD itu bukan aset milik Pemkab Simalungun,” terang Bobi. (zai)