Panwaslu Panei akan Panggil 2 Oknum ASN Terkait Netralitas Pileg 2019

Korwil Pendidikan Panei, Agustinus Sitanggang dan Kepsek SDN 095143, Evi Rosalia Pasaribu.

Simalungun, Lintangnews.com | Dua orang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) akan dipanggil Panwaslu Kecamatan Panei terkait dugaan pelanggaran netralitas dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2019 di  Kabupaten Simalungun.

Kedua abdi negara yang merupakan ASN di Dinas Pendidikan (Disdik) Pemkab Simalungun tersebut dipanggil untuk proses klarifikasi dugaan pelanggaran dilakukan.

Ketua Panwaslu Kecamatan Panei, Henok Parulian Siadari yang dikonfirmasi, Selasa (26/3/2019) melalui telepon seluler membenarkan pihaknya akan memanggil kedua ASN itu, yakni Koordinator Wilayah (Korwil) Panei, Agustinus Sitanggang dan Kepsek SDN 095143 Simpang Sigodang, Evi Rosalia Pasaribu.

“Keduanya, Rabu (27/3/2019) akan kita panggil untuk dimintai keterangan atau klarifikasi,” kata Henok.

Selain itu, sambungnya, pihaknya juga akan mengundang kru lintangnews.com, Kamis (28/3/2019) untuk sebagai pembanding keterangan atas pemberitaan tersebut.

Ketua Panwaslu Kecamatan Panei, Henok Parulian Siadari.

Perlu diinformasikan, pemanggilan kedua oknum ASN ini terkait berita yang diterbitkan lintangnews.com pada hari Jumat (22/3/2019) lalu.

Dimana menurut Kepsek, pertemuan yang difasilitasi Agustinus Sitanggang di DL Cafe di Kecamatan Siantar Sitalasari Kota Siantar, bukan dalam rangka pemenangan salah satu oknum Calon Legislatif (Caleg) 2019 di daerah pemilihan (dapil) 6 Simalungun. Melainkan untuk silaturahmi kepada oknum korwil.

Usai menanggapi sepenggal untuk konfirmasi lintangnews.com, Evi Rosalia langsung memblokir WhatsApp (WA) nya.  “Pak kami hanya silaturahmi saja. terima kasih,” tulis Evi Rosalia, Sabtu (23/3/2019).

Sementara menurut sumber kepada lintangnews.com, pertemuan di DL Cafe itu diduga dalam rangka memenangkan salah satu oknum Caleg.

Setelah mengetahui pertemuan digelar di luar wilayah Kecamatan Panei, sumber melakukan koordinasi dengan Bawaslu Siantar persisnya Panwaslu Siantar Sitalasari guna memantau benar tidaknya informasi yang diperolehnya dari masyarakat Kecamatan Panei.

Surat memintai keterangan pada wartawan lintangnews.com.

Dugaan itu menguat, setelah salah satu anggota Panwaslu Siantar Sitalasari Kota Siantar tiba di lokasi, pertemuan tersebut pun bubar.

Sebelumnya juga, salah seorang oknum ASN di Kecamatan Panei menuding bahwa Agustinus telah berlaku tidak manusiawi terhadap para guru honorer. Pasalnya, Agustinus mengultimatum para guru honor untuk menebus Surat Perintah Tugas (SPT) yang baru, dan mengintimidasi tidak membenarkan mengajar apabila tidak menebus.

Akan tapi terkait dugaan ini, pihak Polri, Inspektorat Pemkab Simalungun dan Disdik setempat terindikasi tutup mata. Sebab tidak melakukan upaya untuk klarifikasi meski aksi tidak manusiawi para Korwil di Simalungun telah marak diberitakan di berbagai media massa. (zai)