Kondisi PDPHJ Semakin Memburuk, Ini Alasannya

Bambang K Wahono Dirut PDPHJ.

Siantar, Lintangnews.com | Di bawah kepemimpinan Bambang K Wahono selaku Direktur Utama (Dirut) di Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PDPHJ), kondisi perusahaan itu semakin terpuruk.

Parahnya lagi, Bambang dan bersama 2 orang Direksi lainnya diduga lebih mengutamakan kepentingan pribadi daripada kepentingan karyawan.

Salah seorang karyawan PDPHJ yang enggan menyebut namanya menuding jajaran Direksi PDPHJ lebih mengutamakan kepentingannya.

“Abang bayangkanlah karwayan bulan ini belum gajian, sementara jajaran Direksi sudah gajian. Padahal gaji mereka lebih besar, Gaji Dirut saja sampai Rp 21 juta dan Direksi antara Rp 17-18 juta bang,” sebut pria berkumis tipis ini, Kamis (31/1/2019)

Akibat tak gajian, sambungnya, seluruh karyawan pastinya terpukul, apalagi kebutuhan hidup yang semakin tinggi.

Kantor PDPHJ di Pasar Horas.

“Ada juga karyawan yang menangis tadi, baru kali ini seorang Dirut PDPHJ lebih mementingkan mereka gajian dari pada karyawannya. Padahal besok sudah tanggal 1 bang, bulan ini belum terima gaji kami,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Merah Putih (TMP) Kota Siantar, Noel Lingga menilai persoalan tersebut suatu kesalahan sistem dari awal, sehingga sistem yang dihasilkan pastinya bersalahan.

“Perekrutan jajaran Direksi terkesan dipaksakan, hasilnya begini. Semakin terpuruk, sesuatu hal yang dipaksakan maka hasilnya amburadul,” ungkapnya.

Ia menyarankan agar Wali Kota, Hefriansyah menganulir atau mengevaluasi jajaran Direksi PDPHJ sebelum persoalan semakin besar. “Jadi Panitia Seleksi (Pansel) dan Wali Kota harus bertanggungjawab dari hasil seleksi itu,” tutupnya.

Sayangnya, Bambang K Wahono selaku Dirut PDPHJ) sepertinya tertutup atas persoalan ini. Nomor telepon mantan Ketua KONI Simalungun itu tak aktif dan pesan singkat yang dilayangkan tidak kunjung berbalas. (elisbet)