Pekerja Proyek Pelebaran Jalan Menuju Food Estate Humbahas Abaikan Keselamatan Kerja

Para pekerja proyek abaikan K3 saat bekerja.

Humbahas, Lintangnewscom | Keselamatan kerja (K3) para pekerja yang melakukan pekerjaan proyek fisik di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) terkesan diabaikan.

Seperti proyek pembangunan pelebaran Jalan Lapo Jereken-Buhit-Batas Samosir (jalan menuju kawasan food estate) sepanjang 8,59 km sta.0+000-590, tepatnya di Desa Riaria, Kecamatan Pollung yang dikerjakan PT Karya Murni Perkasa.

Dari amatan, Rabu (30/6/2021) kemarin, tampak sejumlah pekerja proyek pembangunan pelebaran jalan itu mengabaikan keselamatan dirinya. Semisal, sepatu safety dan sarung tangan.

Padahal pekerjaan itu sangat berisiko tinggi tanpa alat keselamatan sama sekali. “Lagi dipesan,” ujar salah satu pekerja yang ditemui di lokasi.

Para pekerja memakai alat kerja keselamatan yang lain, yakni helm dan rompi. Mereka mengaku, tetap mengupayakan keselamatan. ” Adanya, cuma sepatu dan sarung tangan lagi dipesan,” ucap pekerja warga Desa Riaria ini.

Elman Simbolon sebagai pengawas menjelaskan, pekerjaan itu di bawah naungan PT Karya Murni Perkasa. Menurutnya, para pekerja sudah dilengkapi K3 oleh pihak perusahaan.

“Sebenarnya lengkap semua, tetapi ada yang tidak pakai karena mungkin kepanasan,” kata Elman melalui sambungan telepon seluler, Kamis (1/7/2021).

Elman menuturkan, pihaknya selalu mematuhi aturan dalam melaksanakan pekerjaan. “Semua lengkap, tidak ada tidak, cuma malas aja mereka memakai,” tandasnya.

Sementara itu, Andy Siregar, warga setempat meminta agar pihak perusahaan selaku pihak ketiga yang mengerjakan proyek pembangunan pelebaran jalan menuju kawasan Food Estate Humbahas itu mematuhi peraturan K3.

Dia juga mengharapkan, dalam pembangunan jalan itu tidak mengganggu aktivitas warga yang melintas. “Ini jalan umum yang terganggu, kita harapkan jangan lah,” tukasnya.

Sekedar diketahui, pembangunan pelebaran jalan menuju kawasan Food Estate itu berbiaya Rp 69.974.145.150. Pekerjaan pembangunan pelebaran jalan ini di bawah naungan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (B2PJN) Kementerian Pekerjaaan Umum dan Perumaha Rakyat (PUPR). (DS)