Pelajar SMKN 1 Pagaran Selalu Ingin Maju dengan Inovasi

Kepsek Josafat Pasaribu dan para guru guru SMK Negeri 1 Pagaran.

Taput, Lintangnews.com | Selain mengeyam pendidikan di sekolah, para siswa siswi di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kecamatan Pagaran, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) juga berusaha ingin maju dengan berinovasi baik di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Walaupun dengan fasilitas penunjang pendidikan yang dimiliki SMKN 1 Pagaran minim atau seadanya saja, tetapi semangat mereka (pelajar) untuk bisa berkarya dari ilmu yang didapatkan di sekolah akan selalu dikembangkan di luar lingkungan sekolah.

Hal itu dikatakan Kepala Sekolah (Kepsek) SMKN 1 Pagaran, Josafat Pasaribu, Kamis (17/7/2019) saat diwawancarai seputar pengembangan dan perkembangan sekolah di masa tahun ajaran baru.

“Sekolah yang saya pimpinnya saat ini hanya memiliki 3 program keahlian saja yakni, agribisnis tanaman, agribisnis ternak, serta teknik komputer dan informatika. Namun kami tetap optimis akan bisa bersaing dengan SMK lain yang ada dimanapun,” kata Josafat.

Dari ketiga program keahlian itu sudah bisa berdampak positif dirasakan para pelajar. Misalnya, siswa-siswi telah menerapkan ilmu mereka selain di sekolah, juga di lingkungan rumah mereka masing-masing dengan dipandu dan dipantau para guru.

“Bukti dan keseriusan kami mengembangkan serta membuat sekolah ini akan semakin diminati masyarakat Kecamatan Pagaran dan juga luar, dengan adanya beberapa siswa-siswi setiap tahunnya selalu ada diterima di sejumlah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan bekerja di beberapa perusahaan.

Seperti tahun ini, siswa-siswi SMKN 1 Pagaran ada 7 orang diterima di PTN. Seperti di Universitas Sumatera Utara (USU) 1 orang, Universitas Negeri Medan (Unimed) 2 orang, Universitas Negeri Bengkulu 1 orang, Universitas Negeri Jambi 1 orang, Universitas Negeri Palangkaraya 1 orang dan Akademi Penerbangan Riau 1 orang.

Untuk penerimaan siswa-siswi tahun ajaran baru, SMKN 1 Pagaran hanya menerima 150 orang dan berkurang dari tahun sebelumnya. Penyebabnya akibat dari diberlakukannya sistem zonasi oleh pemerintah.

“Meskipun hanya sebanyak itu siswa-siswi diterima, kita tetap utamakan penerapan mutu pendidikan yang berkualitas,” ungkap Josafat. (pembela)