Pelaku Penggelapan Mobil Viral di Medsos, Mantan Camat di Simalungun Sempat Diamankan Polisi

Pelaku CS saat diamankan polisi beberapa waktu lalu.

Simalungun, Lintangnews.com | Mantan Camat Tanah Jawa dan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun inisial CS sempat diamankan personil Satuan Intelkam Polres Simalungun sebulan lalu atau Selasa (11/5/2021).

“Sudah agak lama itu sebelum Lebaran sempat diamankan si CS nya,” ungkap salah seorang sumber melalui telepon seluler, Sabtu (5/6/2021).

Informasi diperoleh, oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Simalungun yang bertugas di kantor Kesbang Linmas itu diamankan dari Kabupaten Batubara terkait dugaan penggelapan mobil dan viral di media sosial (medsos).

“Dari Lima Puluh diamankan. Dia (CS) muncul dan akhirnya bisa diamankan. Ini setelah dipancing dengan cara menawarkan ada mobil Avanza, baru lah muncul dia dan mau bertemu,” jelas sumber.

Selanjutnya pria berambut ikal pendek dan berkumis itu diserahkan ke Satuan Reskrim Polres Simalungun.

“Pagi sekira pukul 01.00 WIB diserahkan ke Sat Reskrim. Namun besoknya diserahkan pada pihak keluarga karena dijamini,” terang sumber sembari menyebutkan, bermarga Purba sebagai penasehat hukum CS.

Sementara, Abdi Purba yang disebut sebagai penasehat hukum CS menjelaskan, hanya dimintai tolong untuk dibantu.

“Saya bukan penasehat hukumnya. Hanya dimintai tolong dan mediasi. Untuk menjamininya langsung pihak keluarga dari CS. Anak dan istrinya. Kalau si CS, pihak korban yang menyerahkan ke polisi,” jelas Abdi.

Abdi mengatakan, hasil mediasi itu, CS berjanji datang kembali ke Sat Reskrim Polres Simalungun untuk menunjukan dimana saja mobil milik para korban dan agar dikembalikan.

“Namun CS  justru tidak datang. Dan waktu diamankan, CS mengaku hanya mencari unit dan menggelapkan si Zulkarnain Saragih. Itu makanya polisi menyerahkan kepada pihak keluarganya dan masih mengumpulkan bukti-bukti,” papar Abdi.

Terpisah, Kapolres Simalungun, AKBP Agus Waluyo melalui Kasat Reskrim, AKP Rachmat Aribowo saat dikonfirmasi, menjelaskan yang menyerahkan adalah pihak korban.

“Belum ada menetapkan tersangka dan menangkapnya. Saat ini kita masih terus melakukan penyidikan dan penyelidikan. Kalau bukti-buktinya ditemukan, baru lah kita tetapkan tersangka dan diusut di mana saja mobil para korban. Kemudian, dijamini pihak keluarga karena pada saat diserahkan itu korban membuat laporan,” tegasnya. (Rel/Zai)