Pelarian Ronyuk Dihentikan Sat Narkoba Polres Tanjungbalai

Tersangka Zulkifli alias Ronyuk diamankan bersama barang bukti.

Tanjungbalai, Lintangnews.com | Satuan Reserse Narkoba Polres Tanjungbalai hentikan pelarian Zulkifli (46) alias Ronyuk sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus narkotika jenis sabu-sabu, Jumat (3/12/2021) sekitar pukul 17.00 WIB.

Ketika dikonfirmasi via telepon selular, Sabtu (4/12/2021), Kapolres Tanjungbalai, AKBP Triyadi menuturkan, tersangka diamankan di Jalan Kubah Lingkungan V, Kelurahan Keramat Kubah, Kecamatan Sei Tualang Raso, Kota Tanjungbalai.

Kapolres menambahkan, dari tangan warga Jalan Kubah Lingkungan V diamankan barang bukti berupa 10 bungkus kecil plastik transparan diduga berisikan sabu dengan jumlah berat kotor 1,65 gram.

Lalu 3 bungkus sedang plastik transparan diduga berisikan sabu dengan jumlah berat kotor 3,06  gram, 1 bal plastik klip transparan kosong, uang sebesar Rp 400.000, 1 unit handphone (HP) merk Samsung warna biru, 1 buah dompet kecil, 1 buah mangkok warna putih yang terikat dengan tali nilon sebagai alat untuk menaikkan uang dan menurunkan sabu.

Sebelumnya tersangka ini terduga kepemilikan sabu sesuai laporan polisi Nomor : LP/A/324/XI/2021/SPKT.SATRESNARKOBA/POLRES TANJUNG BALAI/POLDA SUMUT tanggal 19 November 2021.

“Saat dilakukan penggeledahan di dalam rumahnya pada tanggal 19 November 2021, yang bersangkutan tidak berada di tempat,” sebut Triyadi.

Dari hasil penggeledahan saat itu, petugas menyita barang bukti dari dalam rumah tersangka yakni, 3 bungkus plastik berisikan sabu dengan berat kotor 3,44 gram, 1 unit timbangan digital, 1 bal plastik klip, uang sebesar Rp 1.968.000 dan 1 buah tangguk terikat tali (alat untuk menaikan uang dan menurunkan sabu).

Kapolres menuturkan, berdasarkan hasil penyelidikan dan informasi dari masyarakat, jika tersangka sedang berada di dalam rumahnya. Kemudian Unit Opsnal Sat Narkoba bergerak menuju ke tempat yang dimaksud dan melakukan penangkapan terhadap tersangka.

Petugas juga melakukan penggeledahan disaksikan Kepala Lingkungan dan Polmas, serta menemukan tersangka di dalam kamar tepatnya di lantai II, beserta sejumlah barang bukti.

Ada pun modus yang dilakukan tersangka saat transaksi dengan menggunakan mangkok diikat dengan tali sebagai alat untuk menaikkan uang dan menurunkan sabu dari lantai II.

Tersangka dijerat dengan pasal  114 ayat 1 dan pasal 112 ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (Yuna )