Pemain Proyek Jaringan Internet dan LPJU ‘Becek’, Oknum Jaksa Kejari Simalungun Saling Tuding

Kantor Kejari Simalungun.

Simalungun, Lintangnews.com | Rekanan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Nagori (PMPN) Pemkab Simalungun pada pemasangan jaringan internet dan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) bersumber dari dana desa tingkat Nagori disebut banyak pemainnya.

“Jaringan internet dan LPJU di Nagori banyak pemainnya (rekanan). Bukan hanya1 orang,” ungkap salah seorang sumber melalui telepon selulernya, Selasa (8/7/2020) kemarin.

Efek dari banyaknya pemain sebagai rekanan Dinas PMPN melalui Pemerintahan Nagori (Pemnag) pada pemasangan jaringan internet dan LJPU diduga memicu beberapa oknum jaksa di Kejaksaan Negeri (Kejari) Simalungun saling curiga.

“Dibilang ada oknum jaksa terlibat pada pemasangan jaringan internet dan LPJU itu. Supaya gak saling curiga dan jelas siapa oknum jaksanya, hadirkan Pangulu Nagori nya. Apakah dari Pidana Khusus (Pidsus) atau Intel,” papar sumber.

Untuk di Kecamatan Pematang Bandar, salah seorang Pangulu menyebutkan, sebagai rekanan pada pemasangan jaringan internet di Nagori nya yakni seseorang bermarga Panjaitan.

“Biayanya sebesar Rp 30 juta menggunakan dana desa tahap pertama. Pelaksanaannya sebelum Lebaran kemarin. Awalnya, pak Kuntoro yang memasang jaringan internet,” bebernya.

Sementara untuk pemasangan LPJU bertenaga surya, sebagai rekanan dikatakan bernama Esra. “Setiap Nagori ada 10 titik. Kalau gak salah dananya sebesar Rp 19 juta,” jelasnya.

Terpisah, Kasi Intelijen Kejari Simalungun, Ratno Timur Pasaribu saat dikonfirmasi wartawan via telepon seluler, Rabu (8/7/2020) menyarankan agar ke kantor saja.

Rekanan pemasangan jaringan internet di Kecamatan Pematang Bandar bermarga Hutapea, Kamis (9/7/2020) di salah satu kedai kopi di Kota Siantar membantah dirinya bermarga Panjaitan. “Panjaitan itu admin kami,” katanya.

Hutapea mengaku pemasaran PT Jionet Tehnologi sebagai perusahaan rekanan Pemnag dalam hal pemasangan jaringan internet.

“Hanya 5 Nagori dan itu free (gratis) selama 12 bulan. Tinggi towernya 30 meter dan 6 stik. Kalau yang lainnya itu bukan saya. Karena kan banyak juga pemasang,” jelasnya.

Dia menyebutkan, PT Jionet Teknologi bisa menjadi rekanan Pemnag bukan melalui perantaraan, namun karena mengetahui adanya program pemerintah. Lalu mendatangi Pangulu dan mensosialisasikannya.

“Karena adanya program pemerintah, maka kita masuk. PT Tekan rekan kita juga ya dan samanya. PT Tekan pun sama-sama masuk ke Nagori,” paparnya.

Disinggung apakah perusahaan mereka selaku rekanan Pemnag tanpa kulonuwun atau permisi kepada Dinas PMPN.

“Gak taulah kalau kita masalah mendatangi dinas. Itu kan sudah bos-bos itu. Karena apapun ceritanya, walaupun sudah ketemu sama orang dinas, itu kan kita harus sosialisasi ke masing-masing Nagori. Bertemu dan menawarkan,” tukasnya. (Zai)