Pembahasan Anggaran Tahun Lalu, Seleksi JPT Pratama Pemko Siantar Tak Disetujui  

Anggota Banggar DPRD Siantar, Astronout Nainggolan.

Siantar, Lintangnews.com | Publik akhir-akhir ini dibuat terkejut atas kebijakan Pemko Siantar yang melakukan seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPT Pratama/Jabatan Eselon II) di tengah akan berakhirnya masa jabatan Wali Kota, Hefriansyah dan Wakil Wali Kota , Togar Sitorus.

Ditambah lagi, anggaran asesment JPT itu dipertanyakan. Pasalnya pada pembahasan anggaran tahun lalu, terungkap ternyata kegiatan ini tidak disetujui.

Salah satu anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Siantar, Astronout Nainggolan mengaku, anggaran untuk assesment tahun 2021 tidak disetujui dalam pembahasan anggaran tahun lalu.

“Seingat saya ini tidak disetujui, tapi kenapa assesment bisa dilakukan dan anggarannya tertampung dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tahun anggaran (TA) 2021. Mungkin saja saya lupa,” ujar anggota Komisi III DPRD Siantar ini, Sabtu (3/7/2021)

Terkait hal itu, Astronout meminta kepada pimpinan DPRD supaya membuka rekaman pembahasan anggaran tahun 2021.

Sambungnya, pada saat pembahasan di Banggar, anggaran kegiatan assesment tahun 2021 tidak disetujui, karena beralasan penempatan pejabat di Pemko Siantar sudah merupakan kewenangan kepala daerah terpilih.

“Bisa juga dikonfirmasi kepada anggota Banggar yang lain,” tutur politisi PDI-Perjuangan ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, Panitia Seleksi (Pansel) JPT Pratama di lingkungan Pemko Siantar mengumumkan peserta yang lulus seleksi administrasi.

“Sudah masuk tahapan pengumuman,” sebut Ketua Tim Sekretariat Pansel JPT Pratama, Timbul Simanjuntak, Rabu (30/6/2021).

Sementara itu, dari pengumuman yang diposting pada website resmi Pemko Siantar mengungkapkan ada 20 orang peserta yang lulus seleksi administrasi. (Elisbet)