Pembangunan Jalan Rabat Beton Distan Asahan Diduga Asal Jadi

Kondisi pembangunan jalan rabat beton di Dusun VIII Desa Terusan Tengah, Kecamatan Tinggi Raja, Kabupaten Asahan.

Asahan, Lintangnews.com | Pembangunan jalan rabat beton di Dusun VIII Desa Terusan Tengah, Kecamatan Tinggi Raja, Kabupaten Asahan diduga asal jadi dan tidak sesuai dengan bestek maupun Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Ini terlihat dari kualitas pekerjaan pembangunan jalan rabat beton yang baru selesai 10 hari. Namun sudah ada keretakan pada bagian jalan. Bahkan terlihat di bagian tengah jalan sudah ada keretakan memanjang.

Sehingga dengan kejadian ini diduga campuran material pembangunan tidak sesuai dengan RAB. Akibatnya, menimbulkan keretakan pada bagian tengahnya.

Seperti diungkapkan salah seorang warga, Tumin, jika mereka bersyukur dengan pembangunan jalan itu. Namun warga kecewa dengan hasil pembangunan yang baru 10 hari sudah terjadi kerusakan.

“Padahal jalan itu kan jalan produksi tani nantinya. Seharusnya jalan itu bisa untuk angkutan hasil pertanian, tetapi kami kecewa, karena belum dilalui saja sudah seperti itu kondisinya,” ungkapnya.

Diketahui pembangunan jalan rabat beton milik Dinas Pertanian (Distan) Pemkab Asahan itu menelan biaya sebesar Rp 174.251.000 bersumber dari APBD Tahun Anggaran (TA) 2019 yang dikerjakan CV Khansa.

Warga lainnya, Sopian menuturkan, bingung dengan pembangunan jalan itu, sebab di plang proyek tidak ada terlihat berapa volume pekerjaan, panjang dan lebar tak ada dicantumkan.

“Sebagai warga mengharapkan pembangunan jalan rabat beton harusnya benar-benar dikerjakan sesuai dengan bestek dan RAB. Kami menduga pekerjaannya asal jadi, pasalnya belum dilalui kendaraan saja sudah ada yang retak,” imbuhnya.

Dia menuturkan, sesuai informasi seharusnya panjang pembangunan jalan rabat beton 300 meter. Tetapi yang mereka lihat di lokasi dan sudah dilakukan pengukuran oleh pihak pekerja, panjang jalan hanya 290 meter.

“Informasi yang kami dapatkan seharusnya 300 meter panjangnya. Namun yang dikerjakan hanya 290 meter, sehingga 10 meter lagi kemana,” tanya Sopian.

Mereka juga meminta pihak Pemkab Asahan melalui Inspektorat maupun instansi terkait melakukan investigasi ke lokasi pembangunan jalan rabat beton tersebut.

“Ini agar kami sebagai warga bisa mengetahui pekerjaan yang sebenarnya, bukan seperti ini dan seolah-olah ada ditutupi pihak rekanan,” tegas Sopian.

Pantauan lintangnews.com di lokasi, terlihat bagian tengah badan jalan sudah ada keretakan yang memanjang dan bergelombang. (Handoko)