Pembangunan MCK Sekolah SD dan SMP Diduga Proyek Diskresi Bupati Simalungun

Bupati Simalungun, JR Saragih dan bangunan MCK yang dibangun di SMP Negeri 1 Hatonduhan.

Simalungun, Lintangnews.com | Bangunan Mandi Cuci Kakus (MCK) sedang proses pembangunan di sejumlah SD dan SMP Negeri. Salah satunya di SMP Negeri 1 Hatonduhan, Kabupaten Simalungun.

“Dua minggu dope pengerjaan nion (Dua minggu masih pengerjaannya ini),” kata salah seorang pekerja bermarga Pasaribu saat ditemui di lokasi, Rabu (24/2/2021).

Ironisnya, pengadaan plank pembangunan MCK yang berada di belakang ruang belajar SMP Negeri 1 Hatonduhan itu diduga difiktifkan karena tidak ada terlihat.

“Tidak ada,” jawab Pasaribu usai ditanya berapa anggaran dan dimana plank itu sembari tertawa dan mengaku hanya sebagai pekerja yang menerima upah sebesar Rp150 ribu per hari untuk kepala tukang.

Mantan honorer Pemerintah Kecamatan (Pemkec) Hatonduhan ini menyebutkan, pihak ketiga (rekanan) pembangunan MCK bermarga Butar-Butar dengan volume lebar 160 meter.

“Jadi 4 unit kamar mandi lah nanti. Wastapelnya di luar. Orang itu nya pemborongnya,” jelas Pasaribu.

Sementara itu, pembangunan MCK lainnya berlokasi di sejumlah SD, Kecamatan Bosar Maligas, Kecamatan Bandar dan Kecamatan Pematang Bandar, diketahui planknya difiktifkan.

“Banyak lae. Rekanannya gak tau lae. Planknya saja gak ada. Makanya khawatir saya jangan-jangan pemainnya siluman,” ungkap salah seorang warga bermarga Dolok Saribu seraya tertawa.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Pemkab Simalungun, Lusman Siagian saat dikonfirmasi melalui telepon seluler menjelaskan, pembangunan MCK itu bukan kegiatan pihaknya.

“Bukan kegiatan kami itu. Termasuk kegiatan sumur bor. Mungkin, dinas lain. Coba konfirmasi sama si Brian PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) nya,” kata Lusman. (Zai)