Pembangunan Posko Covid-19 Nagori Dolok Maraja ‘Telan’ 4.000 Buah Batu Bata

Posko Covid-19 Nagori Dolok Maraja yang disebut pengamat konstruksi terbilang wow.

Simalungun, Lintangnews.com | Pembangunan Posko Covid-19 dengan ukuran panjang 4 meter, lebar 3 meter dan tinggi 3 meter di Nagori Dolok Maraja Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun menelan 4.000 buah batu bata.

Hal itu dibenarkan Pangulu Dolok Maraja, Rusli saat ditemui di lokasi peningkatan jalan berbahan rabat beton di Nagori itu didampingi TPK, Mas Budiarto, Rabu (30/6/2021).

“Gak ada negitu bang, kita kan disuruh beli batu merah sebanyak 4.000 buah,” ucap Rusli lalu mengatakan, untuk lebih jauh mengetahui berapa harga satuan pembangunan Posko ada di Rencana Anggaran Biaya (RAB) kegiatan.

Menurut Rusli, pembangunan Posko Covid-19 sebesar Rp 47 juta bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran (TA) 2021 tidak terbilang banyak, mengingat anggarannya termasuk untuk sambungan listrik.

“Ya bisa bapak hitung kalau terbilang wow itu kan pakai cor di bawah (lantai). Pakai plafon di plaster semua. Instalasi listrik, itu saja listriknya gak masuk,” terangnya.

Sebelumnya, pengamat konstruksi bermarga M mengatakan, gedung ukuran 4 x 3 x 3 menelan 4.000 buah batu bata terbilang mengada-ada dan terindikasi terjadi upaya mark up.

“Contohnya, jumlah pasangan batu bata ukuran panjang 20 cm, lebar 10 cm,  tebal 5 cm dalam 1 m2 membutuhkan batu bata hanya sebanyak 70 buah. Kalikan saja dengan ukuran bangunan, itu sudah mengada-ada,” ungkapnya.

Menurutnya, dari satuan itu dapat dijadikan acuan untuk menghitung kebutuhan pasangan batu bata dengan luasan bangunannya panjang 3 meter, lebar 3 meter dan tinggi 3 meter. (Zai)