Pembongkaran Pondasi Puskesmas Sipintuangin Disebut atas Perintah PPK

Pengerjaan pembangunan Puskesmas yang merupakan proyek dari Dinas Kesehatan Pemkab Simalungun.

Simalungun, Lintangnews.com | Pembongkaran terjadi pada pondasi gedung Puskesmas Sipintuangin, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun yang menelan biaya sebesar Rp 4,6 miliar bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2021.

“Kalau gak salah sekitar 2 minggu lalu dibongkar pondasinya itu (gedung Puskesmas Sipintuangin),” ungkap salah seorang sumber melalui telepom seluler, Senin (23/8/2021).

Pondasi gedung Puskesmas Sipintuangin yang masih proses pembangunan itu dibongkar disebut atas perintah Arnol Saragih selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

“Yang membongkar rekanannya atas perintah PPK. Mungkin karena tak sesuai bestek volume kedalaman pondasinya,” papar sumber.

Selain itu, pondasi bangunan Puskesmas Sipintuangin juga tak sesuai dengan gambar. “Pondasinya dibuat empat persegi panjang. Sementara, sesuai gambar harus trapesium,” terangnya.

Diketahui, pembangunan Puskesmas Sipintuangin dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Simalungun dengan masa pelaksanaan selama 150 hari kalender dan PT Afifa Jaya Perkasa sebagai pihak ketiga.

Sementara aArnol Saragih saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Senin (23/8/2021) mengaku, sedang sakit. “Lagi sakit,” jawab Arnol singkat.

Sebelumnya, Arnol menyebutkan, rekanan pembangunan Puskesmas Sipintuangin berasal dari Kota Tebingtinggi. “Marga Sitanggang sesuai alamat perusahaan,” sebutnya.

Disinggung mengenai pengerjaan berhenti 3 hari dan saat pemasangan bor piel (paku bumi) tidak ada pengawasan dan pelaksana di lokasi, Arnol justru membatahnya. “Saya tanya lah dulu konsultan pengawasnya,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, proses pembangunan Puskesmas Sipintuangin disebut berhenti kurang lebih selama 3 hari.

“Karena hujan, jadi tidak kerja 3 hari,” ungkap salah seorang warga mengaku bermarga Sihombing saat ditemui di lokasi, Senin (16/8/2021) kemarin.

Ironisnya, di lokasi pembangunan Puskesmas Sipintuangin, saat pemasangan bor piel tanpa pengawasan.

“Gak tau siapa pengawasnya. Kami dari Tanjung Pura, Kabupaten Langkat hanya memasang bor piel untuk pondasi,” ucap salah seorang pekerja di lokasi pembangunan Puskesmas Sipintuangin.

Para pekerja pembangunan Puskesmas Sipintuangin mengaku, tak mengenal pihak ketiga (rekanan) dan menyebutkan tak pernah terlihat di lokasi.

“Gak pernah nampak bang. Kami hanya pelayan tukang (kernet). Sudah 3 hari gak kerja karena hujan terus di sini,” kata 2 orang pekerja sembari mengaku dari Kota Medan saat ditemui di gudang penyimpanan material. (Zai)