Pemeliharaan Mucuna Bracteata Kebun Bangun Diduga Tidak Sesuai Standar

Pemeliharaan MB diduga tak sesuai standar yang berakibat tumbuh gulma lainnya di areal tanaman ulang Kebun Bangun.

Simalungun, Lintangnews.com | Mucuna Bracteata (MB) merupakan salah satu jenis tanaman penutup tanah (cover crop) yang banyak digunakan di perkebunan kelapa sawit.

Ini dikarenakan tanaman ini memiliki banyak kelebihan. Di antaranya, mampu memproduksi biomasa yang banyak, mengandung N lebih tinggi, berumur panjang. Dan tahan terhadap naungan, serta memiliki pertumbuhan yang sangat cepat.

Kuat dugaan, MB di areal tanaman ulang PTPN III Kebun Bangun, tepatnya di Nagori Senio, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun tidak dilakukan pemeliharaan sesuai standar, Minggu (24/7/2022).

Menanggapi pertumbuhan gulma lainnya di areal tanaman ulang kelapa sawit ini, Asisten Kepala (Askep) Kebun Bangun, Lilik Rojali Nasution mengatakan, pihaknya akan secepatnya melakukan perbaikan.

“Makasih infonya, kami perbaiki,” tulis Lilik selaku Askep Kebun Bangun berkedudukan di Nagori Senio, Kecamatan Gunung Malela melalui pesan singkat telepon selulernya.

Managemen Kebun Bangun itu juga membenarkan adanya penurunan produksi, dan membantah mencapai sebesar 40 persen. Melainkan di bawah 5,09 persen sampai dengan bulan Juni 2022.

Estimasi produksi sampai dengan akhir tahun bisa mencapai target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2022, dengan melakukan upaya penggalian produksi yang maksimal.

Managemen Kebun Bangun juga membantah. Penyebab penurunan produksi, bukan akibat tidak tuntasnya penanganan serangan hama ulat api. (Zai)