Pemkab Asahan Ikut Rakor Satgas Covid-19, Ini Disampaikan Gubsu 

Pemkab Asahan mengikuti rakor Satgas Covid-19 yang dipimpin Gubsu, Edy Rahmayadi.

Asahan, Lintangnews.com | Pemkab Asahan bersama mengikuti rapat koordinasi(rakor) Satuan Gugus Tugas Covid-19 secara virtual dengan Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, bertempat di Aula Kenanga kantor Bupati Asahan, Selasa (18/5/2021).

Rapat diikuti Bupati Asahan, Surya, Pj Sekretaris Daerah (Sekda), John Hardi Nasution, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes), Elfina Tarigan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) sekaligus Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Asahan, Rahmad Hidayat Siregar, Kepala Protokoler Setdakab, Darwinsyah Lubis dan Direktur RSUD HAMS Kisaran, Edi Iskandar Nainggolan.

Berhubung dalam 14 hari terakhir jumlah kasus per hari naik di sebagian besar di Sumut, Edy Rahmayadi menghimbau agar masing-masing daerah melalukan pengawasan lebih ketat lagi dalam menegakkan protokol kesehatan (prokes) bagi masyarakat.

Terkait situasi Covid-19 di Sumut, total yang sudah terkonfirmasi sebesar 30.632 kasus. Dari data yang ada, maka Kabupaten Asahan termasuk wilayah zona kuning dalam kasus peningkatan Covid-19, sehingga perlu tetap waspada.

Berkaitan dengan hal itu, maka vaksinasi akan lebih ditingkatkan kepada masyarakat, seperti kepada lanjut usia (lansia), agar mencegah dan mengendalikan kasus Covid-19.

Sesuai surat pembatasan kegiatan masyarakat berdasarkan instruksi Gubsu, maka Edy menghimbau akan memberlakukan pembatasan jam operasional seperti untuk pusat perbelanjaan dan mall hanya sampai dengan pukul 21.00 WIB.

“Tempat hiburan lainnya seperti karaoke keluarga, diskotik, club malam dan bar live music, maka selama 14 hari terhitung mulai tanggal 18 Mei sampai 31 Mei 2021 tidak diizinkan beroperasional,” sebut Gubsu.

Sementara untuk tempat ibadah akan dilakukan penerapan prokes secara lebih ketat bagi daerah zona hijau dan kuning dengan kapasitas 50 persen. Untuk restoran, rumah makan, café, warung makan dan tempat makan minum kaki lima diberikan kapasitas hanya sebesar 50 persen dari kapasitas total pengunjung, serta diijinkan beroperasional hanya sampai pukul 21.00 WIB.

“Hal itu dilakukan demi menekan dan mencegah kenaikan kasus Covid-19 di Sumutyang terus melonjak naik akhir-akhir ini. Jika ada yang melanggar, maka akan diberikan sanksi penutupan kepada pelaku usaha. Karena akhir-akhir ini kondisi Sumut sedang tidak baik, pasca kenaikan kasus covid-19 yang membahayakan dan bertambahnya orang yang terpapar usai libur panjang,” sebut Gubsu.

Mengenai kapasitas tempat tidur di Rumah Sakit (RS) yang menangani pasien Covid-19 semakin menipis, Edy menghimbau untuk dilakukan penambahan tempat tidur sebesar 30 persen di beberapa RS.

Menutup rakor, Gubsu menegaskan penanganan Covid-19 tidak boleh sampai kendor dan belajar dari kasus India, sehingga jika disiplin prokes dilakukan lebih ketat, maka diupayakan dapat meminimalisir ledakan Covid-19 di masyarakat. (Heru)