Pendataan Penerima Bantuan Dampak Covid-19 di Kelurahan Asuhan Bermasalah

Ilustrasi.

Siantar, Lintangnews.com | Pendataan warga Kelurahan Asuhan, Kecamatan Siantar Timur, Kota Siantar sebagai penerima bantuan dampak Covid-19 atau Virus Corona terkesan bermasalah dan tak tepat sasaran.

Ini seperti informasi yang dihimpun lintangnews.com, Minggu (12/7/2020) dari Ketua Rukun Tetangga (RT) 11, Sampe Silalahi. Menurut Sampe, banyak penerima bantuan tak memenuhi syarat sebagai penerima.

“Pendataan juga dilakukan para Relawan tanpa sepengetahuan saya. Sementara ada yang lebih layak menerima bantuan itu, justru tak didata,” paparnya.

Sampe menuturkan, seperti warga bernama Henri Adi Gunawan Siahaan berstatus lajang, sementara ibu kandungnya terdata sebagai penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).  Dia mengaku, tidak pernah memasukan nama Henri Adi sebagai penerima bantuan.

Begitu juga dengan nama Jhon Siahaan yang merupakan abang kandung dari Henri Adi dan diketahui tidak tinggal lagi di RT 11. Sampe menuturkan, saat ditanya pada Relawan bernama Fanny Sidabutar siapa Jhon Siahaan, mengatakan anak dari Rohani Siallagan.

Dirinya juga mengaku, pernah didatangi seseorang yang meminta agar memasukan Henri Adi sebagai warga RT 11.

Sampe juga menambahkan, banyak nama-nama yang didata Relawan juga tidak tinggal lagi di RT 11, seperti Sihar Butar-Butar. Sepengetahuan dirinya, Sihar tidak tinggal lagi di Kelurahan Asuhan, sehingga mempertanyakan kemana bantuan itu diberikan.

Selain itu, ada sejumlah nama yang dinilai tak layak menerima bantuan, seperti Berliana Purba, Frengky Bobby Silalahi dan Parulian Sinaga. Sampe menuturkan, nama-nama itu dianggap tak layak sebegai penerima sesuai persyaratan dan masih berusia produktif.

“Sementara ada warga yang usianya sudah tua dan lebih layak menerima sesuai kriteria, justru tidak didata mereka (relawan),” tandas Sampe.

Adanya dugaan pendataan warga penerima bantuan dampak Covid-19 di Kelurahan Asuhan yang dilakukan para Relawan terkesan amburadul sepertinya ada benarnya. Bahkan diduga terjadi persengkongkolan antara Relawan dengan Ketua RT/RW dalam melakukan pendataan.

Ini terbukti saat lintangnews.com menemui Ketua RT 10, Rellus Siregar untuk melakukan konfirmasi terkait pendataan penerima bantuan. Rellus justru mengatakan, tidak mau memberikan informasi pada wartawan.

“Saya tidak mau berurusan dengan kalian. Saya tidak mau memberikan waktu untuk kalian,” ucap Rellus dengan nada kalimat terkesan sombong. (Andreas)